Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Bukit Melintang Kec. Wampu Kab. Langkat Diduga Syarat Kepentingan atau Conflict of Interest

Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Bukit Melintang Kec. Wampu Kab. Langkat Diduga Syarat Kepentingan atau Conflict of Interest
Bagikan

METRORAKYAT.COM, LANGKAT – Desa merupakan ujung tombak pembangunan di Indonesia. Untuk itu pemerintah senantiasa terus berupaya mendorong ekonomi desa dengan penyaluran Dana Desa dan program pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMdes).

Adapun Tujuan BUMDes seperti dijelaskan dalam Permendesa PDT dan Transmigrasi No. 4/2015 adalah, meningkatkan perekonomian desa, meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi desa.

Selain itu membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan pelayanan umum, pertumbuhan dan pemerataan ekonomi desa, meningkatkan pendapatan masyarakat desa serta pendapatan asli desa.

Untuk itu pendirian BUM Desa harus berorientasi pada kepemilikan bersama (pemerintah desa dan masyarakat) seperti tertuang dalam PP NO. 43 Pasal 132 ayat 6 dan 7 dijelaskan Pelaksana Operasional diangkat dan diberhentikan oleh Kepala Desa.

Tetapi dilarang merangkap jabatan yang melaksanakan fungsi pelaksana lembaga pemerintahan desa dan lembaga kemasyarakatan desa. Artinya perangkat desa jelas tidak boleh menjadi pengurus BUMDes, Apalagi keluarga terdekat Kepala Desa sepert Suami, istri,anak dan menantu Soalnya sangat terbuka kemungkinan bermain kepentingan alias conflict of interest jika perangkat desa dan anggota keluarga berada dalam kepengurusan di dalamnya seperti yang terjadi di desa Bukit melintang Kec.wampu.

Diduga menjadi ajang pembiaran yang merugikan keuangan Negara yang dilakukan pengurus BUMDes dengan jenis usaha pengembangan biakkan lembu,Kambing dan perlengkapan alat pesta.

Informasi yang didapat dari warga desa yang tidak mau sebutkan namanya dengan alasan kekerabatan menuturkan jika anggaran yang di gelontorkan untuk pengembang biakan sapi, kambing dan usaha penyewaan alat pesta diduga mencapai angka pantastis yaitu Rp 400.000.000 namun tidak terlihat geliat perkembangannya.

Terpisah kades Bukit Melintang Juliati saat di konfirmasi melalui jejaring sosial whatsapp Selasa, (5/4/2022),soal kepengurusan BUMdes dan anggaran yang di gelontorkan tidak mau menjawab namun saat di tanya tentang PADesa, ia mengatakan ada tiap tahunnya,jika ingin tahu lebih rinci silahkan datang, chatnya.

Atas hal tersebut, Metrorakyat.com dan tim mencari kebenaranya dengan melakukan konfirmasi Langsung kekantor Desa Bukit Melintang dan kebeberapa warga Desa , tetapi kades, sekdes dan bendara desa maupun ketua Bumdes tidak berhasil di temui dan saat di hubungi melalui jejaring sosial Kades mengatakan jika dirinya bersama sekdes dan bendahara sedang mengurus berkas.rabu(6/4/2022).

Sementara di kantor desa terlihat sepi hanya terlihat 2(dua) orang Perangkat desa, wawan dan Ibnu kemudian tim bertanya keberadaan kades, dijawab mereka sedang keluar ke BPJS.

Saat ditanya tentang kepengurusan BUMdes mereka tidak tahu, tapi soal jenis usaha BUMdes menyebut pengembang biakan sapi, kambing dan perlengkapan pesta ,tentang siapa pelaku usaha tersebut mereka juga tidak tahu pasti apa lagi soal PADesa.

Selanjutnya tim melihat kantor BUMdes yang berada disebelah kantor Desa terlihat tak terawat dan terkunci dan berdasarkan keterangan warga sekitar kantor tersebut nyaris tak pernah buka.

Kemudian tim menggali informasi terkait PADesa yang bersumber dari BUMDes pada Wawan dan Ibnu tapi keduanya tetap tidak menjawab apapun hingga Metrorakyat.com dan tim melihat RAPBdes Desa Bukit melintang tahun anggara 2021,yang di ketahui Pendapatan Desa Sebesar Rp 1.201.095.000,00 bersumber dari Dana Desa (DD) Rp 770.612.000,00,Anggaran Dana Desa (ADD) Rp 420.147.000,00 dan pengembalian pajak sebesar Rp. 10.336.000,00, dengan demikian pernyataan kades Bukit Melintang terbantahkan. (mr/yo)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.