Jelang Hari Jadi Kota Pematangsiantar Ke-151, Plt. Wali Kota Pematangsiantar Ziarah ke Makam Raja Siantar Sang Naualuh Damanik di Bengkalis
METRORAKYAT.COM, BENGKALIS – Dalam menjelang Hari Jadi/Hari Ulang Tahun Kota Pematangsiantar ke 151, Plt. Wali Kota Pematangsiantar dr. Hj. Susanti Dewayani, Sp.A didampingi ketua Dekrasnada Pematangsiantar H. Kesuma Erizal Ginting bersama rombongan melakukan ziarah ke makam Raja Siantar Sang Naualuh Damanik di Desa Senggoro Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis Selasa (19/04/2022) pukul 08.15 WIB.
Ziarah tersebut salah satu agenda memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Pematangsiantar yang ke-151 Tahun 2022.
Pada acara ziarah makam tersebut Plt. Wali Kota Pematangsiantar disambut dan didampingi langsung oleh Wakil Bupati Bengkalis H. Bagus Santoso, MP beserta jajaran dan tokoh adat.
Disela-sela acara wakil Bupati Bengkalis menyampaikan sangat bangga dan terharu atas kunjungan Plt. Wali Kota Pematangsiantar beserta jajaran. Bagus Santoso mengucapkan Selamat Hari Jadi Kota Pematangsiantar Yang Ke 151. “Semoga Kota Pematangsiantar menjadi kota yg maju dan berkembang peradabannya”, ujarnya.
Dalam ziarah tersebut terlihat Wali kota Pematangsiantar dr. Susanti Dewayani melaksanakan ritual tabur bunga dan baca doa bersama di makam Sang Naualuh Damanik.
Turut mendampingi Plt. Wali Kota Pematangsiantar, Ketua Dekranasda Kota Pematangsiantar H. Kesuma Erizal Ginting, Sekda Kota Pematangsiantar Budi Utari dan beberapa pimpinan OPD Kota Pematangsiantar
Sebagai pengingat, Raja Sang Naualuh Damanik, Raja Siantar, lahir di Pematangsiantar tahun 1857. Ia pernah memerintah Kerajaan Siantar dari tahun 1882–1904 dan tercatat sebagai Raja ke XIV (14) dari Dinasti Siantar (1350-1904).
Selama memimpin Kerajaan Siantar (1882-1904), Raja Sang Naualuh gigih berjuang menentang penjajahan Belanda, baik secara fisik maupun secara politis. Akibat perlawanan dan penolakannya menandatangani tanda takluk kepada Belanda yang dikenal dengan ‘Korte Verklaring’ akhirnya putra terbaik Simalungun tersebut ditangkap penjajah Belanda pada 1904.
Meskipun sudah menahan Raja Siantar itu selama dua tahun, namun penjajah Belanda belum juga merasa puas, hingga akhirnya Belanda mengasingkan Raja Sang Naulauh untuk seumur hidup ke Pulau Bengkalis pada tahun 1906.
Selama memimpin Kerajaan Siantar, Raja Sang Naualuh sangat dicintai rakyatnya. Beliau juga dikenal sebagai pelopor, penganut dan pelindung agama Islam, khususnya di Kerajaan Siantar. Di samping itu, Raja Sang Naualuh sebagai perintis pembangunan kota Pematangsiantar-Simalungun.
Satu diantara begitu banyak peranan Raja Sang Naualuh, adalah merintis jalan dari Pematangsiantar menuju Asahan, yang panjangnya sekitar 50 kilometer. Jalan tersebut hingga saat ini menjadi jalan yang sangat vital, yakni menghubungkan Kota Pematangsiantar, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Batubara dan Kabupaten Asahan.
Dulu nama jalan itu lebih dikenal dengan nama Jalan Asahan. Namun untuk mengenang jasa Raja Sang Naualuh, nama jalan tersebut telah ditetapkan sebagai Jalan Sang Naualuh. (MR/Rel/Red)
