oleh

Diduga ada Kejanggalan, Sekelompok Warga Minta Jaksa Agung Tinjau Kembali Kasus Dugaan Korupsi Desa Gemuruh

METRORAKYAT.COM, KARIMUN – Sekelompok warga Desa Gemuruh Kecamatan Kundur Barat Kabupaten Karimun, mendatangi Kantor Metrorakyat Biro Tanjung Balai Karimun Senin 25/04 di Jl Telaga Riau, Kelurahan Sungai Lakam Barat, Kecamatan Karimun. Adapun maksud kedatangan sekelompok warga tersebut adalah meminta metrorakyat.com karimun menyuarakan harapan mereka terkait penanganan kasus dugaan korupsi penyalah gunaan APBDes Desa Gemuruh TA 2018/2019 yang merugikan negara sebesar Rp 211.176.259,- (Dua ratus sebelas juta seratus tujuh puluh enam ribu dua ratus lima puluh sembilan rupiah) yang menghantarkan proses hukum dengan menetapkan NS (Eks Bendahara) saja sebagai tersangka.

Salah seorang perwakilan warga yang hadir, Sa (47) mengatakan kepada metrorakyat senin 25/04 bahwa, dari hasil persidangan yang diadakan beberapa waktu bulan lalu di pengadilan tipikor tanjung pinang, sudah jelas ada oknum aparat desa yang disebut turut menikmati dana tersebut, tapi sampai saat ini belum ada penindaklanjutan terkait hal itu. ” Saya akan gugat kepala desa gemuruh jika proses penanganan dugaan korupsi desa ini seakan dibekukan, sudah jelas dipersidangan terakhir ditanjung pinang, ada oknum aparat desa yang disebut juga turut menikmati dana tersebut namun sampai saat ini belum ada ditindak lanjuti, demikian juga halnya kelicikan kepala desa bermaksud melakukan pengembalian uang negara sebesar Rp 35.000.000 lewat keluarga tersangka, namun kami selaku keluarga NS tidak mau, juga terkait sisa gaji dari tersangka, sampai saat ini tidak jelas bagaimana kepastiannya, maka saya mewakili keluarga NS meminta keadilan dalam penanganan kasus ini. Semoga Bapak Jaksa Agung berkenan untuk meninjau kembali penanganan kasus ini. Coba kita telaah dengan logika, apakah mungkin hanya bendahara yang dijadikan tersangka dalam kasus ini? Ini modusnya pengadaan kegiatan desa yang tidak sesuai dengan RAB nya lho….dan tidak disertai dengan bukti pengeluaran dana. Ujarnya

Dalam waktu yang bersamaan, awak media metrorakyat mencoba menghubungi kepala desa gemuruh US namun beliau mengatakan sampai saat ini belum ada mendapatkan informasi tentang adanya warga yang menginginkan peninjauan ulang kembali kasus tersebut. “Sampai saat ini saya belum ada dengar kalau ada oknum yang menginginkan penanganan kasus tersebut ditinjau kembali. Imbuhnya

Terkait hal ini, Kepala Kejaksaan Negeri Cabang Kundur Nico Fernando SH MH ketika dikonfirmasi via teleponnya, tidak dapat dihubungi dikarenakan telepon genggamnya sedang tidak aktif, sampai berita ini dimuat, belum ada tanggapan dari Kacabjari Karimun di Kundur. (MR/Red)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Breaking News