Bupati Samosir Ngantor di Desa Serap Aspirasi Masyarakat
METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – Sebagai upaya untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat serta mendengar keluhan maupun aspirasi masyarakat desa, Bupati Samosir memberikan terobosan baru dengan program Ngantor di Desa (Bunga Desa).
Desa Sabulan di Kecamatan Sitiotio menjadi desa pertama yang dipilih sebagai program Bunga Desa, Kamis (313/2022).
Bupati Samosir bersama jajaran SKPD turut serta program Bunga Desa, seperti pelayanan kesehatan gratis, pelayanan dokumen kependudukan, Penyuluhan KB maupun Stunting, Pemberian bantuan pendidikan, perbuatan pupuk, pembukaan akses jalan desa, dan pelayanan kemasyarakatan lainnya.
Dalam sambutannya di Kantor Desa Sabulan bersama jajaran perangkat desa, Bupati menjelaskan ide program Bunga Desa adalah merupakan keinginan beliau untuk bisa melihat dan mendengar langsung keluhan dari masyarakat, sekaligus memotong kompas untuk mempercepat pelayanan yang menjadi kebutuhan masyarakat desa.
Terkait pelayanan kemasyarakatan, akan langsung dieksekusi hari itu juga bisa mungkin sedangkan yang menjadi aspirasi masyarakat yang belum bisa langsung dieksekusi akan menjadi program jangka menengah Pemerintah Kabupaten (Pemkan) Samosir.
Seusai rapat kecil bersama seluruh perangkat desa, bupati melihat langsung bagaimana pelayananan dokumen kependudukan yang dilakukan oleh Dinas Dukcapil. Melalui pelayanan tersebut, bupati berharap tidak ada lagi masyarakat Desa Sabulan yang tidak memiliki dokumen kependudukan.
Setelah itu, bupati juga melihat pelayanan kesehatan gratis dan vaksinasi yang dilakukan Dinas Kesehatan Kab. Samosir. Bupati mengajak masyarakat yang belum melakukan vaksinasi booster untuk segera datang ke pelayanan kesehatan tersebut dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Bupati juga memberikan bantuan kepada masyarakat dalam upaya pencegahan stunting.
Sebagai upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Samosir yang saat ini berada di angka 28 persen, Bupati Vandiko bersama dinas terkait memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait stunting atau anak dengan gizi buruk. Desa Sabulan merupakan salah satu desa lokus stunting di Kabupaten Samosir. Untuk itu bupati berharap melalui penyuluhan tersebut masyarakat dapat mengerti apa yang dimaksud dengan stunting, agar dapat menekan angka stunting di Desa Sabulan secara khusus dan Kabupaten Samosir secara umum.
Untuk melihat pelayanan pendidikan sekaligus memberikan semangat kepada seluruh murid-murid sekolah dan tenaga pengajar, Bupati mengjuungi SMP N 2 Sitiotio. Dalam kesempatan tersebut bupati mengajak seluruh siswa untuk semangat dalam belajar dan menempuh pendidikan. “Jangan pernah menganggap karena dari daereah merasa ketinggalan, justru kita harus memiliki semangat yang lebih lagi untuk belajar dan menempuh cita-cita. Persiapkan diri dengan baik, agar kelak lahir pemimpin dari Desa Sabulan” ajak bupati.
Bupati memberikan bantuan kepada siswa-siswa yang berprestasi dan anak yatim piatu, sekaligus mengembalikan bus sekolah yang sebelumnya dipergunakan untuk membantu transportasi anak-anak sekolah di Desa Sabulan.
Untuk meningkatan produksi pertanian di Desa Sabulan, bupati bersama Dinas Pertanian dan penyuluh memberikan sosialisasi pembuatan pupuk organik kepada Kelompok Tani (Poktan) yang berasal dari Desa Sabulan. “Merespon permintaan dari masyarakat untuk dilakukan pelatihan membuat pupuk organik cair, saya instruksikan kepada Dinas Pertanian dan PPL untuk benar-benar diberikan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok tani agar kedepannya para petani bisa lebih mandiri dan masyarakat tani semakin sejahtera” ujar bupati.
Mewujudkan salah satu program prioritas, Bupati juga memonitoring pembukaan jalan antar desa yang berada di Desa Sabulan. Permintaan untuk pembukaan akses jalan tersebut menurutnya atas permintaan warga setempat yang difasilitasi Pemkab Samosir dengan menurunkan alat berat dan melakukan sirtunisasi.
“Kepada seluruh masyarakat yang ingin dibukakan akses jalan, terkhususnya ke sentra-sentra produksi dan pertanian, Pemkab siap membantu bagi siapa saja dengan syarat mau memberikan tanahnya dengan lebar 6 meter tanpa ganti rugi, kami akan menurunkan alat berat dan melakukan sirtunisasi agar jalan tersebut bisa fungsional terlebih dahulu. Saya mengajak masyarakat untuk membantu program Pemkab yang juga menguntungkan bagi masyarakat, khususunya untuk membawa hasil-hasil produksi pertanian dan meningkatnya nilai jual tanah tersebut” jelas bupati disela monitoring.
Di akhir kegiatan, Bupati mengujungi objek wisata Dolok Sipatungan yang dikelola Bumdes Desa Sabulan. Melihat keindahan alam yang disajikan di Dolok Sipatungan, bupati berharap seluruh stakeholder dapat bersinergi untuk mengembangkan potensi wisata Dolok Sipatungan dan wisata lainnya di Desa Sabulan.
“Terima kasih atas sambutan dan antusias masyarakat Desa Sabulan dalam program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa), kiranya segala pelayanan yang telah diberikan dapat bermanfaat dan memberikan dampak perubahan ke arah yang lebih baik. Program Bunga Desa merupakan konsep untuk saya mendekatkan diri sebagai Bupati dalam menyerap aspirasi dan menjemput bola dengan menanggapi segala kebutuhan yang ada di Desa, saya bersama Kepala Dinas tekhnis ingin memberikan pelayanan langsung yang bermanfaat untuk mempermudah segala kebutuhan yang diperlukan”, tutup Bupati (MR/156).
