Memalukan, kecamatan Sungai Lilin Kibarkan Bendera Merah Putih Yang Sobek dan Kusam

Memalukan, kecamatan Sungai Lilin Kibarkan Bendera Merah Putih Yang Sobek dan Kusam
Bagikan

METRORAYAT.COM, SUNGAI LILIN – Lambang Negara di biarkan robek, lusu, dan warna nya pun sudah berubah, sangat di sayang kan, di duga kantor kecamatan Sungai Lilin melecehkan lambang negara, sesuai dengan pasal 68 No.24 tahun 2009 tentang bendera, lagu kebangsaan, bahasa, serta lambang negara.

Seperti yang terjadi di kantor kecamatan sungai Lilin kabupaten Musi Banyuasin, dimana di ketahui, kantor tempat pelayanan masyarakat yang berada di pinggir jalan ini di duga melakukan pembiaran terhadap lambang negara.

Pantauan awak media di lapangan, di duga keras oknum kecamatan sungai Lilin bernama Agus Kurniawan S.S.IP.,MSi, telah melakukan pembiaran sampai bendera kebanggan negara Indonesia itu di naikkan dengan kondisi lusuh.

Saat wartawan mencoba mengkonfirmasi pada hari Kamis (3/2/22) melalui WhatsApp kepada pihak kecamatan Agus Kurniawan S,S,lP,MSI,selaku camat sungai Lilin
perihal bendera tersebu
tapi sungguh di sayang kan wa, wartawan kirim , di baca tapi tidak di balas, sehingga bungkam.

Saat awak media mencoba menanyakan kepada staf kecamatan dia enggan di sebut namanya.

Selanjutnya awak media pertanyakan keberadaan Camat.  Staf kecamatan tersebut menjawab bahwa camat sedang tidak berada di tempat. “Dia pergi ke Sekayu ada giat persiapan bola,” ujarnya.

Dari data dilapangan, bendera tersebut sangat memprihatinkan dan sangat di sayangkan di kantor kecamatan Sungai Lilin tersebut. Adanya pembiaran ataupun dugaan kesengajaan sehingga Bendera kebanggaan Rakyat Indonesia dipasang dengan kondisi lusuh telah bertentangan dengan Peraturan soal Bendera Merah Putih yang diatur dalam UU No. 24/2009 Tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, Pasal 24 huruf c menyatakan “Setiap orang dilarang : mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam.

Pelanggaran itu pun dapat dikenakan ketentuan pidana Pasal 67 (b) yakni ” apabila sengaja mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf c, bisa dikenakan sanksi pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp100 juta rupiah.(MR/Amran)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.