Warga Simpang Bah Jambi Nagori Bangun Simalungun Menjerit Air di Rumahnya Mati. PDAM TL Amburadul

Warga Simpang Bah Jambi Nagori Bangun Simalungun Menjerit Air di Rumahnya Mati. PDAM TL Amburadul
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SIMALUNGUN- Warga Simpang Bah Jambi Kilometer 16 Nagori Bangun Kabupaten Simalungun Sumatera Utara yang menjadi pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Lihou menjerit. Pasalnya sudah sekian lama air di rumah mereka mati alias tidak mengalir.

Seperti pengakuan salah seorang warga RS (50). yang namanya tidak ingin dipublikasi kepada awak media ini pada Rabu (12/1/2022). RS menyebut jika dia dan warga di sekitar tempat tinggalnya sangat sengsara akibat air yang sejak akhir Desember 2021 tahun lalu hingga saat in tidak mengalir atau mati. Kalau pun hidup atau mengalir tapi debitnya kecil sekali.

Masih kata RS, Sedih bercampur marah kami bang sama PDAM Tirta Lihou ini. Soalnya mulai dari tanggal 30 Desember 2021 tahun lalu sampe sekarang air kami mati terus. Kalau pun hidup ga menentu. Kadang hidup kadang mati. Misal hari ini hidup besoknya mati. Dan kalau pun air hidup tapi alirannya ga lebih besar maaf ya bang sebut RS “ga lebih besar dari air seni anak anak,”ungkapnya kesal.

Lanjut RS, Untung ada beberapa warga sekitar sini yang memakai sumur menggunakan jet pump atau Sanyo. Jadi kami bisa meminta air ke mereka. Jadi kebutuhan air untuk masak dan mandi kami bisa terbantu untuk sementara”.Tutupnya.

Terkait keluhan warga di atas, ketika hal ini coba dikonfirmasi langsung ke Direktur Utama PDAM Tirta Lihou Simalungun Betty Rodearni Sinaga, Kamis (13/1/2021) sekira pukul 11.00 WIB di kantornya Jalan Jon Horailam Saragih Pematang Raya Kabupaten Simalungun.
Namun oleh salah seorang staff yang piket mengatakan Dirut Betty Sinaga bersama jajaran direksi sedang rapat bersama satuan pengawas internal (SPI) PDAM TL.

Dan sekira pukul 14.30 WIB ketika awak media coba kembali menyambangi Betty ke kantornya untuk konfirmasi namun oleh salah seorang staf piket lainnya mengatakan kalau Dirut sudah pulang. Demikian juga dengan jajaran direksi lainnya yakni Dirum (Direktur Umum) Helmut Purba dan Dirtek (Direktur Teknik) Yahmin Idris Purba sesuai amatan wartawan sudah tidak berada di tempat.

Dalam kondisi demikian, Dirut PDAM Tirta Lihou Simalungun Betty Rodearni Sinaga, S.E., bersama jajaran direksi sudah melakukan korupsi waktu. Pasalnya belum lagi waktunya pulang kantor tetapi Betty dan jajaran direksi sudah “kabur” meninggalkan kantor.

Kiranya hal ini patut menjadi perhatian dan catatan tersendiri bagi Bupati Simalungun yang baru. Sebab selain hal tersebut di atas sudah banyak masyarakat yang kecewa atas buruknya pelayanan PDAM Tirta Lihou Simalungun. Juga carut marutnya management keuangan di tubuh PDAM TL beberapa waktu lalu yang mengakibatkan sebagian besar karyawan berunjuk rasa menuntut haknya karena gajinya beberapa bulan sempat tidak dibayarkan. Serta beberapa catatan buruk lainnya. Diantaranya ketika Kejaksaan Tinggi Sumatera menggerebek Kantor PDAM Tirta Lihou pada tanggal 1 Juli 2021 tahun lalu dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pada pemasangan sambungan rumah (SR) Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Tahun 2018 dan tahun 2019 yang telah menetapkan dua tersangka masing-masing berinisial (LS) dan (MS) yang sampai saat ini disinyalir masih bekerja seperti biasa dan terkesan tidak pernah mendapat sanksi tegas atau teguran dari pimpinan dan diduga malah sengaja dilindungi.

Hingga berita ini sampai ke meja redaksi, Dirut PDAM Tirta Lihou Kabupaten Simalungun Betty Rodearni Sinaga, S.E., belum dapat dihubungi. (MR/Tim)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.