Sosperda No.6 Tahun 2015, Wong Berharap Ada Sinergitas Antara Pihak Kecamatan, Pemko Medan dan Pemkab Deliserdang Untuk Penyelesaian Persampahan

Sosperda No.6 Tahun 2015, Wong Berharap Ada Sinergitas Antara Pihak Kecamatan, Pemko Medan dan Pemkab Deliserdang Untuk Penyelesaian Persampahan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Anggota DPRD Kota Medan, Drs Wong Chun Sen Tarigan,M.Pd.B melaksanakan sosialisasi Perda no.6 Tahun 2015 Tentang Pengelolaan Persampahan yang dilaksanakan pada, Minggu (26/1) di kantor Camat Medan Tembung.

Permasalahan banjir tidak seluruh disebabkan akibat faktor alam, namun, karena adanya tumpukan sampah yang disebabkan ulah manusia yang tidak peduli dengan lingkungan sekitar . Faktor inilah yang dapat menjadi penyebab terjadinya kebanjiran.

“Sampah merupakan sisa kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga dari proses alam dalam bentuk padat. Proses penumpukan sampah dapat mengakibatkan penyumbatan drainase. Jenis sampah ada berbahaya dan beracun,”terang Politisi dari partai PDI Perjuangan kota Medan ini.

Wong juga mengingatkan agar warga peduli kebersihan lingkungan dan membayar retribusi sampah. Tujuannya agar pemko Medan dapat pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang digunakan untuk perbaikan fasilitas dan prasarana pengangkut sampah dan tempat pembuangan sampah.

Sementara itu, Camat Medan Tembung, Vianty Dewi Nasution,S.Sos dihadapan ratusan warga mengatakan semoga pelaksanaan sosialisasi Perda No.6 Tahun 2015 tentang pengelolaan Persampahan dapat memberi pengetahuan dan juga kesadaran warga untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan.

Vianti Dewi juga berharap dengan dikembalikannya pengelolaan persampahan di kecamatan dan kelurahan, diharapkan pelayanan sampah di kecamatan Medan Tembung dapat semakin berjalan lancar, sehingga harapan masyarakat sampah dapat ditanggulangi dan kecamatan Medan Tembung dapat terbebas dari masalah sampah.

Dari pihak Dinas Lingkungan Hidup yang diwakili oleh Maskuddin selaku kasi pengawasan di dinas milik pemko Medan itu mengatakan jika sesuai data persampahan yang dia dapat dari dinas Pertamanan dan Kebersihan, ada sebanyak 1800 ton sampah perhari. “Sampah tersebut masih jenis sampah organik belum termasuk sampah non organik dan lainnya.

“Kami dari DLH Kota Medan akan melaksanakan beberapa pengolahan-pengolahan sampah dan akan mendorong dibentuk nya kembali bank sampah di 21 kecamatan di kota Medan,”katanya.

Maskuddin juga menghimbau masyarakat untuk membuat Magot dan bank sampah.

“Diharapkan dapat di bentuk disetiap lingkungan. Secara fasilitaror kami siap mendukung pembuatan Magot dan bank Sampah. Harapan kami, warga dapat menbantu kami agar kita saling dapat mengaja kebersihan sampah,”terangnya.

Ditambahkan Wong lagi bahwa pada Perda sampah no.6 Tahun 2015, selain larangan ada juga sanksi dan pidana jika orang atau badan diketahui membuang sampah sembarangan.

Seperti pada Bab XVI pada ketentuan pidana pasal 35 ayat 1, untuk orang jika melanggar ketentuan akan di pidana kurungan paling lama 3(tiga) bulan atau pidana paling banyak Rp.10.000.000 (sepuluh juta rupiah).

Pada ayat 2 disebutkan lagi, Badan yang melanggar pasal 32 maka akan dipidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp 50.000.000 (lima puluh juta rupiah).

“Apa disebutkan pada pasal 32 adalah setiap orang atau badan dilarang membuang sampah sembarangan, mengelola persampahan tanpa seizin Walikota dan menimbun sampah atau pendauran ulang sampah atau lainnya yang berakibat kerusakan lingkungan,”jelas Wong.

Acara diakhiri dengan memberikan suvenir dan nasi kotak kepada seluruh warga undangan dan sekaligus melakukan foto bersama.(MR/red)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.