Pada Pelaksanaan Sosperda No.6 Tahun 2015, David Roni G Sinaga Banyak Menerima Keluhan Warga Terkait Parit dan Pengadaan Tempat Pembuangan Sampah 

Pada Pelaksanaan Sosperda No.6 Tahun 2015, David Roni G Sinaga Banyak Menerima Keluhan Warga Terkait Parit dan Pengadaan Tempat Pembuangan Sampah 
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – WargaJ l Pintu Air Gg. Rel No.24 Kelurahan Sitirejo1 Kecamatan Medan Kota, mengeluhkan parit atau drainase yang masih banyak ditemukan tempat dan minimnya bak penampungan sampah sehingga menjadi salah satu penyebab kebanjiran di daerah tersebut. Warga juga berharap Perda Persampahan dapat menampung aspirasi mereka terutama Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS).

Keluhan tersebut langsung di respon oleh Wakil Rakyat kota Medan dari Partai PDI Perjuangan, David Roni Ganda Sinaga,SE. Kata Wakil Rakyat asal Dapil 4 kota Medan ini, untuk tahun 2022, pengelolaan persampahan di kota Medan akan dialihkan kepada pihak Kecamatan dan Kelurahan. Namun, masalah kebersihan merupakan tanggungjawab bersama.

David juga mengajak warga untuk tidak saling menyalahkan dan mendukung program penerintah kota Medan untuk mewujudkan kota Medan bebas sampah.

“Jangan lagi kita saling menyalahkan, mari tetap mendukung program pemerintah kota Medan didalam menangani sampah,” ucap David Roni Ganda Sinaga,SE saat melaksanakan Sosialisasi Perda No 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan, Jl Pintu Air Gg. Rel No.24 Kelurahan Sitirejo1 Kecamatan Medan Kota, Sabtu (29/1/2022).

Dalam kesempatan tersebut, anggota Komisi 4 asal  PDI-Perjuangan Medan ini juga mengajak warga, untuk saling menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Serta menghimbau warga, untuk tetap mengikuti prokes yang diterapkan oleh pemerintah.

“Tanpa adanya kesadaran dan kerjasama dari masyarakat, mustahil pemerintah kota Medan bisa menangani masalah Persampahan. Dengan hidup bersih dan sehat, pasti dapat menangkal masuknya virus Omicron disini,” ujarnya.

David Roni yang juga Ketua BAPERA kota Medan ini kembali menyebut, bahwa sebagai anggota dewan pengawasan tentang persampahan tetap dilakukan, baik kepada Pemko maupun masyarakat.

“Sebab, bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan, bisa dikenakan denda uang dan kurungan. Kalau ada yang mau diadukan, masyarakat silahkan datang menyampaikan nya kekantor BAPERA kota Medan, di Jl AR Hakim No 82,” paparnya.

Dalam sesi tanya jawab,
Sintua P Sirait, warga Jl. Pintu Air Gg. Gabetua mengeluhkan masalah sampah yang belum tuntas hingga saat ini di wilayah mereka.

“Kami harap dari hilir ke hulu, penumpukan sampah dapat terselesaikan. Dan kalau mau buat parit, buatkan juga tutupnya. Karena apabila dibiarkan terbuka, bukan tidak mungkin masyarakat masih membuang sampahnya ke parit disekitar ini,” tandasnya.

Sementara itu, Ny Silaban br Siahaan, warga Gg Rel ujung mengeluhkan, banyak masyarakat yang membuang sampah ke parit didepan tempat tinggalnya.

“Yang membuat kami keberatan, bukan sampah aja yang dibuang warga, tapi bangkai binatang juga. Sehingga bisa berminggu-minggu kami mencium bau bangkai yang menyengat. Kan udara yang kami hirup tidak sehat,” tuturnya.

Menanggapi keluhan dari Sintua P Sirait, David Roni yang merupakan wakil rakyat dari Dapil IV ini mengungkapkan bahwa, setiap mensosialisasikan Perda persampahan, dirinya selalu menuntut kesadaran masyarakat yang tinggal dilingkungan tersebut.

“Dengan kesadaran kita tidak membuang sampah sembarangan, maka permasalahan sampah akan teratasi. Oleh sebab itu, saya minta kepada warga Gg Rel untuk bermufakat guna menyediakan lahan pembangunan ‘bak sampah berton’, yang akan dibuatkan olehnya. Sehingga sampah warga dapat tertampung disatu tempat, sambil menunggu petugas kebersihan dari Kecamatan datang mengambilnya,” imbuhnya.

Untuk masalah Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS) sendiri, David Roni menambahkan, bahwa saat ini masih satu TPS yang di Stadion Teladan.

“Artinya, lahan untuk TPS di Pemko Medan belum ada penambahan. Saat ini, Pemko Medan sedang mengupayakan pendekatan kepada Pemkab Deliserdang, agar bersedia meminjamkan lahannya untuk dijadikan TPS masyarakat Kota Medan,” terangnya.

Dan masalah sampah bangkai yang dibuang ke parit, lanjut David, warga bisa menangkap orang yang membuang bangkai atau sampah tersebut. Kalau tak berani menangkapnya, warga bisa juga memfoto atau divideokan, biar viral.

“Walikota Medan Bobby Nasution, sangat merespon apabila ada video viral yang menyangkut seputaran Kota Medan. Dan perlu diketahui, Sosper yang dilakukan hari ini bukanlah ajang mencari dukungan. Akan tetapi, semata-mata untuk menjalankan dedikasinya selaku wakil rakyat, didalam menjemput aspirasi,” pungkasnya.

Sebelum acara berakhir, Ny Silaban br Siahaan dan warga lainnya, sangat mengapresiasi atas solusi yang diberikan oleh anggota Komisi IV DPRD Medan David Roni Ganda Sinaga, terhadap semua permasalahan warga di Kelurahan Sitirejo 1 tersebut.

“Sudah puluhan tahun kami tinggal di Gg Rel ini, belum pernah sekalipun anggota DPRD Medan yang melakukan kegiatan Sosper atau Reses. Baru bapak David lah yang datang, dan langsung memberikan jalan keluar terbaik atas permasalahan kami disini,” tuturnya.

Pantauan wartawan, hadir pada pelaksanaan Sosperda tersebut, Kepling 14 Kelurahan Sitirejo 1, J Togatorop, tokoh agama dan ratusan masyarakat yang diundang. Dan selanjutnya dilakukan foto bersama, serta pemberian Suvenir.(MR/wan)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.