Perayaan Natal Keluarga Besar Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIa Pematangsiantar Berlangsung Hikmat dan Sukses
METRORAKYAT.COM, SIMALUNGUN – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIa Pematangsiantar Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara merayakan Natal bersama warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang beragama Nasrani.
Acara perayaan Natal bertempat di Gereja Oikumene Lapas, Jalan Asahan Kilometer 7 Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun Sumatera Utara, Rabu (28/12/2021) pukul 09.00 WIB dan acara berlangsung secara hikmat dan tertib. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan cara menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
Kegiatan perayaan Natal diikuti oleh Kalapas dan seluruh petugas yang beragama Nasrani serta para WBP yang beragama Nasrani.
Kalapas Rudy Fernando Sianturi, S.H., dalam sambutannya menyampaikan, “Di hari yang berbahagia ini para WBP yang sudah menerima berkat Natal berupa Remisi Khusus wajib bersyukur kepada Tuhan dan bagi yang belum mendapatkan Remisi Khusus Natal agar tetap mengikuti seluruh program pembinaan di dalam lapas dan tetap mentaati peraturan dan tata tertib di dalam lapas agar memenuhi syarat untuk memperoleh Remisi di kemudian hari. Meskipun di momen Natal ini tidak bisa bertemu dengan keluarga yang disayangi namun harus tetap bersuka cita dan tetap mendoakan keluarga kita,” ujarnya.
“Lapas juga sudah sangat berbenah dalam hal pelayanan, telah memberikan pelayanan terbaik mulai dari pemberian Hak WBP (Remisi, Integrasi Online dan Asimilasi) juga pelayanan penitipan barang dan makanan bagi keluarga WBP serta pelayanan kesehatan kepada WBP yang keseluruhannya tidak dipungut biaya (gratis) sehingga Lapas kelas IIa Pematangsiantar Kanwil Kemenkum HAM Sumut berhasil mendapatkan predikat Lapas dengan Pelayanan Berbasis HAM terbaik yang diberikan langsung oleh bapak Menteri Hukum dan HAM RI Yasona Laoly”, tambahnya.
Paul Suseno Suarsana yang merupakan Pendeta dari JKI The Way Jakarta turut mengikuti acara Natal dan berkhotbah melalui aplikasi Zoom meeting dan menyampaikan momen sukacita bagi WBP yang sekarang sedang menjalani proses pertobatan, harus tetap berserah dan tetap berdoa kepada Tuhan Yesus Kristus dan kita harus yakin Dia punya rencana yang indah untuk kita”, imbuhnya.
Paul Suseno juga menawarkan dan mengajak WBP yang ingin bertobat ketika sudah bebas nantinya untuk bergabung dalam pelayanan dan masuk ke dalam Sekolah Theologi untuk bisa bersaksi dan menjadi Hamba Tuhan dan menyampaikan kebaikan dan Firman Tuhan kepada masyarakat banyak.
Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh para warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan menampilkan drama dan Liturgi Profesi untuk lebih memeriahkan acara.
Dan diakhir acara para WBP berharap agar pandemi Covid-19 ini segera berlalu agar mereka bisa dikunjungi oleh keluarga dan saudara yang mereka sayangi. (MR/Rel/Red)

