oleh

Masyarakat Pertanyakan Keseriusan Poldasu dan Polrestabes Medan Berantas Judi Tembak Ikan 

Foto Ilustrasi Mesin Judi Tembak Ikan(MR/Int)

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Meski banyak diberitakan oleh mass media, namun praktik judi jenis tembak ikan berkedok arena ketangkasan semakin marak di wilayah hukum Polrestabes Medan dan wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.

Ironisnya, sejumlah lokasi judi tembak ikan tersebut belum tersentuh oleh aparat penegak hukum di Medan.

Mesin judi tembak ikan yang dulunya bermerek Hitam Putih dan kini berganti merek Domino serta Fortune menguasai Kota Medan dan sangat bebas beroperasi.

Informasi yang dirangkum wartawan dari berbagai sumber, lokasi perjudian yang beromset ratusan juta tiap hari itu milik bandar berinisial Aw serta Ow dan humasnya diketahui bernama Ak alias Bu dan A, herannya bandar judi tersebut diduga memanfaatkan jasa awak media agar kegiatan praktik perjudiannya tidak terekspos.

Adapun lokasi perjudian itu untuk saat ini berada di Jl. Ismail Harun, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan, Jl. Mapilindo Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan dan Jalan Medan Batangkuis, Kecamatan Percut Seituan. Jl. Pusaka Pasar 13 Tembung Desa Bandar Klippa, Jl. Rukun Desa Bandar Khalippa, Jl. Tuasan Gang Rukun Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung, Jl. Pasar Baru, Kecamatan Medan Tembung dekat rel kereta api dan Jl. Mandala By Pass serta di sejumlah wilayah hukum Polrestabes Medan lainnya.

Baca Juga:  Reses DPRD Samosir, Tampung Aspirasi Masyarakat

Sebenarnya lokasi judi ini sudah diketahui masyarakat, namun meski sudah diinformasikan oleh awak media agar diketahui pihak kepolisian, namun seolah pengelola judi ketangkasan tersebut tidak gentar dan malah semakin terang-terangan.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit PrabowoM.Si. melalui Bareskrim Mabes Polri telah mengeluarkan Telegram ST/2122/X/RES.1.24./2021, Tanggal 12/10/2021 dimana pada point empat isi Telegram tersebut dituliskan Lakukan Penyelidikan untuk mengidentifikasi tempat KMP orang dan sarana yang digunakan untuk kegiatan perjudian TTK. Disana juga dituliskan agar tindak tegas semua praktek perjudian terutama yang meresahkan masyarakat.

Sementara itu, warga Kecamatan Percut Seituan berharap agar Kapolrestabes Medan segera memberantas praktek judi tembak ikan tersebut karena banyak dampak negatif yang ditimbulkan dengan adanya bisnis ilegal itu.

“Sudah selayaknya Kapolrestabes Medan atau Kapoldasu memberantas judi tembak ikan tersebut karena keberadaannya sudah sampai ke pelosok desa,” sebut Farhan (45), warga Desa Bandar Klippa.

Kondisi yang sama juga terlihat di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan. Lokasi judi tembak ikan semakin menjamur seperti di Kecamatan Labuhandeli, Hamparanperak, Kecamatan Medan Deli, Medan Labuhan, Medan Marelan dan Medan Belawan.

Baca Juga:  Berkas Tiga Tersangka Jual Beli Vaksin Covid-19 Dilimpahkan ke PN Medan

Di bantaran Sungai Deli, mulai dari Kecamatan Medan Deli hingga Kecamatan Medan Belawan bahkan di kawasan Gabion Belawan, bisnis judi tembak ikan masih berjalan mulus.

Berkali-kali aparat gabungan dari TNI-Polri melakukan razia namun pengelola judi berkedok arena ketangkasan tersebut masih juga membandel dan membuka kembali usahanya.

Sebelumnya, pada Kamis (25/11) lalu, tim gabungan yang terdiri dari Lantamal I Belawan dan Polres Pelabuhan Belawan melaksanakan razia Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.

Dalam razia gabungan tersebut turut hadir Dantim Intel Lantamal I Belawan Mayor Laut Agung Dwi, Wadan Intel Lantamal I Belawan Mayor Laut Dwi Haryanto, Kasi Humas Polres Pelabuhan Belawan Iptu Husni Ardi, Ipda Taslim, Ipda E. Sianipar, dari POMAL 5 Personil, dan 15 Personil Lantaman I Belawan serta sebanyak 23 personil dari Polres Pelabuhan Belawan.

Sebelum Kegiatan KRYD yang dipimpin Dantim Intel Lantamal I Belawan Mayor Laut Agung Dwi seluruh personil melaksanakan apel gabungan di Mako Lantamal I Belawan.

Baca Juga:  Rusdedy : Tes PCR dan Swab Antigen Untuk Warga Petugas dan Warga Binaan

Razia penyakit masyarakat ini dipusatkan di Jl. Veteran, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang.

Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa 6 unit mesin judi tembak ikan, 4 Unit mesin dindong dan 11 orang pemain dan penjaga.

Seluruh mesin ketangkasan, pemain dan penjaga lokasi judi langsung diboyong ke Mako Lantamal I Belawan guna pendataan dan selanjutnya diserahkan ke Polres Pelabuhan Belawan guna proses hukum lebih lanjut.

Sebelumnya, tim gabungan tersebut juga menggerebek gedung eks Supermarket Macan Yaohan Pulo Brayan yang dijadikan sebagai lokasi lokasi judi ketangkasan tembak ikan.

Meski tim gabungan telah menggerebek lokasi judi tembak ikan di Kecamatan Labuhan Deli, namun praktik judi yang sama masih terlihat di kawasan pemukiman padat penduduk seperti di Kecamatan Medan Deli, Medan Labuhan, Medan Marelan dan Medan Belawan.

Sementara itu, saat awak media mencoba mengkonfirmasi kembali terkait masih maraknya praktek perjudian di wilayah hukum Polrestabes Medan dan Poldasu, Jumat (3/12), Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Hadi Wahyudi,S.IK melalui pesan WA pribadinya, belum ada memberi balasan, hingga berita ini ditayangkan.(MR/tim)

 

 

Breaking News