Ditengah Guyuran Hujan, Warga Jemadi Antusias Hadir di Reses Sesi 1 Wong Chun Sen Tarigan, Minta Lahan Pemakaman Baru dan Banjir

Ditengah Guyuran Hujan, Warga Jemadi Antusias Hadir di Reses Sesi 1 Wong Chun Sen Tarigan, Minta Lahan Pemakaman Baru dan Banjir
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN –  Meski hujan terus berlanjut sepanjang hari, tidak Surutkan antusias warga Jalan Jemadi hadiri acara Reses sesi 1 anggota DPRD Kota Medan, Drs Wong Chun Sen Tarigan,M.Pd.B dari partai PDI Perjuangan kota Medan, di Jalan Jemadi Kompleks Perumahan Jemadi Kelurahan Pulo Brayan 2 Kecamatan Medan Timur, Sabtu (18/12) yang dimulai dari pukul 10.00 WIB sampai selesai.

Pada pelaksanaan Reses tahun ketiga tahun 2021 di Dapil 3 ini Wong Chun Sen menyebutkan bahwa pelaksanaan Reses yang dilaksanakan bulan Desember ini hanya menampung aspirasi warga masyarakat untuk dibawakan ke musrembang tahun 2022. Dimana, dalam 1 tahun DPRD Medan ada melaksanakan Reses sebanyak 3 kali dan hanya untuk bertemu konstituen untuk mendengarkan aspirasi.
“Maka, manfaatkanlah pertemuan ini sebaik-baiknya, silahkan keluarkan semua unek-unek yang selama ini ada, agar dapat diketahui oleh perwakilan instansi pemko Medan yang hadir,”terang Wong.
Pada sesi tanya-jawab, Tuti, Warga Lingkungan 13, Jalan Sidomulyo Kelurahan Pulo Brayan Darat 2 Kecamatan Medan Timur meminta agar dinas kesehatan memperhatikan keberadaan penderita penyakit Tuberkulosis (TBC), sebab penyakit tersebut lebih menakutkan dan dapat mematikan, selain itu TBC juga dapat menular.
” TBC selain dapat  menular juga lebih berbahaya dari Covid19. Di daerah Kelurahan Pulo Brayan Darat 1 dan 2 kecamatan Medan Timur ada banyak penderita TBC, mohon agar diberikan solusi kepada kami agar dapat dipermudah penanganan bagi penderita TBC,”katanya.
Siti Aisyah, warga Jalan Jemadi Kelapa 2 No.10, saat ini sudah tidak bekerja lagi dan memohon dibuatkan kartu BPJS Kesehatan Gratis. “Kami mohon agar dibantu BPJS Kesehatan Gratis, krna tidak mampu bayar BPJS Kesehatan Mandiri.
Dia juga menanyakan cara mendapatkan bantuan pemerintah untuk anak sekolah. “Bantuan untuk anak sekolah, tolonglah kami warga yang susah dibantu, oleh pemerintah,”katanya.
Deni Ishariyanto, Warga Jalan Bilal Ujung, Jalan Madiosantodo dan Gg.Mandor rawan banjir. Deni berharap ada perhatian pemko Medan untuk perbaikan jalan agar tidak lagi banjir ketika turun hujan.
Menjawab pertanyaan warga pada pelaksanaan Reses sesi 2 tersebut, perwakilan dari dinas Kesehatan di kelurahan Pulo Brayan Darat 2 mengatakan jika di kelurahan tersebut sudah ada kader untuk menangani TBC. “Jadi kami mohon kerjasamanya jika ada indikasi atau mengetahui penderita TBC. Betul memang penyakit ini jika kurang penanganan sangat berbahaya, untuk itu segeralah dilaporkan dan bantu kami agar kita sama-sama dapat menangani penderita TBC,”katanya.
Terkait pertanyaan warga tentang banjir, Perwakilan UPT Medan Timur, Kelana mengaku saat ini sedang melakukan normalisasi di parit Jalan Mustafa, dan beberapa parit disekitarnya, ternasuk parit sekunder. “Kita berharap nantinya banjir dapat teratasi,”terangnya.
Mewakili ketua PAC  Partai PDI Perjuangan Kecamatan Medan Timur, Lisa br Barus, Sekretaris Sahrial atau Alung dan Bendahara, MS Taslim Samosir beserta para pengurus PDI Perjuangan di kecamatan Medan Timur menanyakan terkait penggunaan dana desa atau dana kelurahan sebesar 1 miliar. Pengurus PAC Medan Timur ingin mengetahui kemana saja penggunaan dana desa dari pemerintah pusat tersebut digunakan, karena banyak masih ditemukan belum terealisasinya pembangunan infrastruktur ditengah-tengah masyarakat.
Pada sesi mengajukan aspirasi ke dua, warga juga mempertanyakan solusi untuk mengatasi banjir di sekitar lingkungan 1,2 dan 3 sepanjang Jalan Cemara.
Menjawab nya, perwakilan Dinas PU Medan, UPT kecamatan Medan Timur mengaku sampai saat ini pihaknya akan berupaya mencari solusi agar daerah sepanjang jalan Cemara dapat terbebas dari banjir. Namun masih ada kendala yakni masalah kewenangan.
“Karena disana ada wewenang dari balai jalan dan jembatan wilayah Sumut dan nasional sehingga kami harus koordinasi terlebih dahulu. Namun pemko Medan tetap berupaya agar semua lokasi rawan banjir di kota Medan dapat teratasi,”sebutnya.
Lurah Pulau Brayan Darat 2, Dedy Chalizah kepada warga masyarakat menjelaskan bahwa masalah tempat pemakaman muslim yang penuh sudah sejak lama diberitahukan kepada anggota dewan, namun belum terealisasi.
Untuk lokasi banjir di sepanjang Jalan Cemara, Desy mengaku sudah disampaikan kepada dinas balai jalan dan jembatan daerah Sumatera Utara namun belum juga direspon. “Kita sama-sama berharap kiranya pemerintah segera dapat mencarikan solusi untuk mengatasi banjir yang ada di daerah kecamatan Medan Timur.(MR/red)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.