Dalam Rangka Menyambut Natal, Antonius Minta Semua Lampu Penerangan Jalan Umum Harus Hidup
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Antonius Devolis Tumanggor kepada Dinas Pertamanan dan Kebersihan meminta agar semua Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di Kota Medan khususnya di Kecamatan Medan Helvetia harus sudah hidup. Hal ini diketahui saat pelaksanaan Reses pertama anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos dari Partai NasDem Dapil 1 meliputi Kecamatan Medan Helvetia, Medan Barat, Medan Petisah dan Medan Baru, Jumat (17/12) di Jalan Kapten Muslim, No.112, Lapangan Sekolah Mariana, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia yang di mulai sekira pukul 15.00 WIB sampai selesai.

Kata politisi partai Nasdem DPRD Kota Medan ini, kota Medan adalah kota terbesar ketiga di Indonesia dan kota metropolitan namun LPJU nya banyak yang mati dan tidak berfungsi. ” Artinya apa, agar dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan segera memperbaiki semua lampu jalan baik di Jalan Utama, Jalan Gang dan Lorong. Agar saat menjelang Natal nanti semua lampu jalan sudah harus hidup dan berfungsi,”ujarnya.
Hal ini juga diketahui karena saat reses nya, ada warga Kapten Muslim bernama Tenorere, Riris Nainggolan dan Berliana Agustina, warga Perumnas Helvetia, dimana warga tersebut mengeluhkan padamnya lampu penerangan jalan di lingkungan mereka. Akibatnya, selain rawan maling juga berkesan seram ketika malam hari.
Untuk itu, Antonius berharap meyambut Natal dan tahun baru, lampu penerangan jalan tersebut sudah hidup.
Selain masalah lampu penerangan jalan, pada reses sesi pertama tersebut, Antonius juga mendengarkan keluhan warga terkait sulitnya mendapatkan kartu BPJS Kesehatan gratis dari pemerintah. Apalagi akibat pandemi Covid19 selama dua tahun telah berdampak banyak ekonomi masyarakat merosot hingga tidak mampu membayar BPJS Kesehatan Mandiri.
Bedawati Marpaung, warga yang tinggal di Kelurahan Tanjung Gusta, juga mengeluhkan program PKH dari pemerintah. Bedawati mengaku, sampai saat ini saldo di rekening nya kosong, dan hanya sekali saja menerima bantuan PKH dan itu sudah lama sekali sejak tahun 2020.
“Mohon diterangkan, kenapa saldo direkening saya kosong dan tidak pernah lagi mendapatkan bantuan PKH. Apakah saya tidak lagi terdaftar sebagai penerima bantuan?,”tanya dia.
Selain itu, Bedawati juga bertanya cara mengurus BPJS Kesehatan Gratis dari Pemerintah.
Menjawab pertanyaan warga tersebut, Antonius Tumanggor mengaku sangat kecewa terhadap institusi pemerintah yang belum selesai-selesai mengurusi masyarakat terutama yang berhubungan dengan BPJS Kesehatan, dan PKH. Sebab, Baim saat sosperda dan reses, masih ada saja warga yang mengeluhkan terkait BPJS Kesehatan gratis, PKH dan masalah sampah.
“Saya ingin agar ini lebih diperhatikan,”ujarnya
Menjawab pertanyaan warga mengenai BPJS Kesehatan dan PKH, pendamping PKH dari perwakilan dari dinas sosial kota Medan, Dian Putri SH menjelaskan jika para penerima PKH masih ada menemukan saldo di rekening kosong karena pemerintah pusat sedang melakukan pemalitan data. Namun dia menghimbau jika kas saldo di rekening kosong tetap akan mendapatkan bantuan kerekeningnya selama masih terdaftar pada PKH.
” Ya itulah sampai saat ini yang sering terjadi, nasib-nasiban untuk mendapatkannya. Saat ini dapat, kemungkinan berikutnya tidak, lalu dapat lagi, tetap lah bersabar,” ujar Dian.
Untuk pengurusan BPJS Kesehatan gratis dari pemerintah, Selanjutnya, Antonius Tumanggor mengatakan jika tahun 2021, dirinya bersama Partai Nasdem telah mengeluarkan sebanyak 3000 kartu BPJS Kesehatan gratis dari pemerintah. Dan pada tahun 2022, Partai NasDem akan menargetkan sebanyak 100.000 BPJS Gratis bagi warga kota Medan.
Pada reses dibulan Desember 2021 sesi 1 tersebut, Antonius Tumanggor banyak mendengarkan keluhan warga.
Edward, warga Jalan Perkutut Gg.Amal Kelurahan Dwikora Kecamatan Medan Helvetia, mengeluhkan tidak adanya tempat pembuangan sampah. ” Kami tolong diberitahu kemana mau membuang sampah kami, krna lokasi pembuangan sampah ataupun tong sampah tidak ada tersedia,”terangnya.
Menjawabnya, Untung, perwakilan dari Kecamatan Medan Helvetia mengatakan jika untuk tong sampah memang sangat terbatas dan akan diusulkan lagi ke dinas Kebersihan dan Pertamanan. Kalau untuk pelaksanaan nya telah diserahkan ke masing-masing kelurahan.
Warga ucapkan terimakasih
Selain itu, pada kesempatan tersebut, Antonius Tumanggor juga banyak mendapatkan ucapan terimakasih dari warga karena sudah berupaya semaksimal mungkin sehingga jalan di tempat warga tersebut telah diperbaiki
P Situngkir, warga lingkungan 10 Gg.Sadar Kecamatan Medan Helvetia mengucapkan terimakasih kepada wakil rakyat dari Dapil 1 kota Medan tersebut atas respon yang dilakukan setelah mendengarkan keluhan warga. ” Atas usaha pak Antonius Tumanggor, jalan di lingkungan kami sudah mulus dan sudah nyaman di lalui, terimakasih pak Antonius Tumanggor,”serunya sambil mendapat tepuk tangan dari seluruh peserta undangan yang hadir.
P.Situngkir juga bermohon agar Wakil Rakyat asal Dapil 1 tersebut dapat melobi pemerintah kota Medan agar menyediakan tanah Wakaf untuk pekuburan Kristen di wilayah Kecamatan Medan Helvetia.
Antonius yang saat ini duduk di Komisi 4 DPRD Kota Medan inipun mengatakan akan mempertimbangkan masukan dari warga tersebut.
Antonius diakhir pelaksanaan Reses sesi satu yang diadakannya di lapangan sekolah Katolik Mariana mengatakan akan berupaya menindaklanjuti apa yang telah menjadi keluhan warga di dapil nya. Selanjutnya acara foto bersama sekaligus pemberian Suvenir.
Hadir pada pelaksanaan Reses 1 anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, UPT Wilayah Barat Dinas PU Medan, Wawan, perwakilan dari Dinas Pendidikan Medan, Indra Fauzi, perwakilan dari Dinas Pertamanan dan Kebersihan kota Medan, Andranida, ketua PAC Partai Nasdem kecamatan Medan Helvetia, staf DPRD Kota Medan, dan warga masyarakat yang diundang.(MR/red)
Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:
