oleh

BPS: Nilai Ekspor dan Impor Sumut Oktober 2021 Mengalami Kenaikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Nilai ekspor Sumatera Utara (Sumut) melalui pintu pelabuhan muat pada bulan Oktober 2021 mengalami kenaikan.

Kenaikan ekspor tersebut jika dibandingkan bulan September 2021, yakni dari US$1,06 miliar menjadi US$1,10 miliar atau naik sebesar 3,70 persen.

Hal itu dibenarkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Syech Suhaimi melalui live streaming dan keterangan tertulisnya, Jumat (3/12/2021).

Dijelaskan Syech Suhaimi lagi, bila dilihat dan dibandingkan tahun sebelumnya ekspor Sumut mengalami kenaikan senilai 42,72 persen, serta Golongan barang yang mengalami kenaikan nilai ekspor terbesar Sumut pada bulan Oktober 2021 terhadap September 2021 adalah golongan lemak & minyak hewan/nabati sebesar US$68,96 juta (14,18%).

“Seterusnya untuk ekspor ke Tiongkok bulan Oktober 2021 merupakan negara terbesar yaitu US$187,22 juta yang diikuti Amerika Serikat (AS) sebesar US$122,20 juta dan India sebesar US$64,74 juta dengan kontribusi ketiganya mencapai 34,01 persen, bebernya.

Sedangkan kelompok negara utama tujuan ekspor pada Oktober 2021, ekspor ke kawasan Asia (di luar ASEAN), menurut dia, adalah merupakan yang terbesar dengan nilai US$385,24 juta (35,01%).

Kemudian untuk nilai impor melalui Sumut bulan Oktober 2021 atas dasar CIF (cost, insurance & freight) sebesar US$458,24 juta atau naik sebesar 14,14 persen dibandingkan September 2021 yang mencapai US$401,46 juta, cetus Syech.

Namun jika dibandingkan di bulan yang sama pada tahun sebelumnya, nilai impor mengalami kenaikan sebesar 26,53 persen. Nilai impor menurut golongan penggunaan barang Oktober 2021 dibanding September 2021, barang modal naik sebesar 84,71 persen, dan bahan baku/ penolong naik sebesar 12,95 persen sedangkan barang konsumsi turun sebesar 24,88 persen.

“Untuk bulan Oktober 2021, golongan barang yang mengalami kenaikan nilai impor terbesar adalah bahan bakar mineral sebesar US$40,06 juta (73,61%).

“Selain itu, nilai impor Oktober 2021 dari Tiongkok merupakan yang terbesar yaitu US$137,17 juta dengan perannya mencapai 29,93 persen dari total impor Sumut diikuti Singapura sebesar US$66,75 juta (14,57%) dan Malaysia sebesar US$64,39 juta (14,05%), “ucapnya mengakhiri. (MR/156).

Breaking News