oleh

Aktivitas Tambang Rakyat Dilarang, Ratusan Warga Gelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Kantor Bupati Muba

METRORAKYAT.COM, MUBA – Ratusan masa yang berasal dari Desa Keban 1 dan beberapa wilayah lainnya di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melakukan aksi demonstrasi didepan kompleks perkantoran Pemkab Muba, Kamis (2/12/2021). Masa yang diperkirakan berjumlah sekitar 500 orang tersebut dalam orasi dan sejumlah pamflet yang dibawanya meminta keadilan terkait tambang minyak tradisional mereka yang dilarang beroperasi.

“Mau makan apa kami pak, kami tidak mempunyai keahlian lain. Satu satunya keahlian kami hanya berminyak, tolong beri kami kebijaksanaan agar anak isteri kami bisa makan,” kata Ides Lepri SH, Ketua Umum DPP POSE RI dalam orasinya menyampaikan aspirasi masyarakat Keban, Kamis (2/12/2021).

Baca Juga:  Bupati Serahkan Prasasti Yayasan Tuan Onggar Rumapea

Menurut Ides, masyarakat Keban atau Sanga Desa sangat identik dengan usaha tambang minyak tradisional. Lebih 50 persen warga daerah tersebut menggantungkan hidupnya dari usaha perminyakan. Lebih seribu tenaga kerja diserap bidang usaha tersebut, mulai dari buruh right, penyedotan minyak, hingga pengangkutan minyak.

Kondisi ini justeru akan memicu persoalan sosial ekonomi yang lebih besar dan mengancam stabilitas keamanan jika pemerintah hanya menutup dan memberikan solusi dari persoalan yang ditimbulkan. Terlepas dari apakah itu dinamakan kegiatan ilegal atau apapun namanya yang bakal menanggung dampaknya adalah masyarakat.

Baca Juga:  Longsor di Tanah Karo 5 Korban Meninggal

“Kami berharap pemerintah memberikan solusi atas dampak yang terjadi jika kegiatan ini ditutup. Jika ternyata belum ada solusi tolong beri kebijaksanaan karena bapak sekda, bapak bupati adalah pemimpin kami yang bisa memberi solusi,” ujarnya.

Ketua umum DPP Pengawasan Pembangunan Reformasi Independen (PP-RI) Idham Zulfikri yang juga ikut membantu penyampaian aspirasi masyarakat Keban atau Sanga Desa berharap pemerintah pusat maupun daerah bisa lebih Arif dan bijaksana dalam menyikapi persoalan yang timbul ketika tambang minyak tradisional masyarakat ditutup.

Selain itu, ratusan atau bahkan ribuan pekerja yang bakal kehilangan mata pencaharian dan bakal menyandang status pengangguran tersebut menjadi bom waktu yang akan menjadi persoalan baru yang lebih besar.

Baca Juga:  Zahir Serahkan 43 Hewan Qurban Jelang Idul Adha 1442 H

“Masyarakat ingin situasi normal dan kondusif, mari kita carikan solusi. Jangan sampai menimbulkan persoalan baru termasuk ancaman keamanan dan tindakan kriminalitas,” imbuhnya.

Setelah sekitar 45 menit melakukan orasi, rombongan tersebut didatangi staf khusus Bupati Muba, Alamsyah SH M.Si yang mengatakan bahwa Sekda Kabupaten Muba siap menampung aspirasi masyarakat. Dan pihak nya meminta 10 orang perwakilan masyarakat untuk berdialog diruang rapat sekda.(MR/Amran)

Breaking News