oleh

Dari Hasil Pemeriksaan Sementara Motif Penyebab Kematian Janda PM Belum Dapat Dipastikan

METRORAKYAT.COM, SORONG SELATAN – Motif penyebab kematian Janda Berinisial PM di Distrik Moswaren yang terjadi beberapa waktu lalu kini belum diketahui penyebabnya.

Hal tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Sorong Selatan Polda Papua Barat di ruang kerjanya pada dini hari Rabu, (3/11/2021).

Iptu. Ade Setiawan,S.Tk ketika dikonfirmasi bahwa perkembangan kasus yang kita duga saat ini adalah pembunuhan itu sampai sejauh ini kita masih melakukan penyelidikan.

Pemeriksaan tersebut sudah kita lakukan kurang lebih ada 7 orang, dan sekarang masih di cari lagi saksi-saksi yang mungkin melihat kejadian tersebut.

Dari hasil olah TKP kemarin kita menemukan ada memang beberapa senjata tajam namun kita belum bisa pastikan apakah itu alat yang digunakan untuk melakukan pembunuhan, karena dari hasil visum sendiri pada saat kita periksa itu kemarin ada kurang lebih sekitar 10 bekas luka akibat benda tajam.

Lanjut sampai dengan saat ini belum ada keterangan dari saksi-saksi yang mengarah kepada seseorang namun sudah ada beberapa orang yang sementara jadi pantauan kita dikarenakan mereka memiliki hubungan tertentu.

Kita sudah mengumpulkan beberapa sampel yang nanti nya mungkin kita akan melakukan tes DNA di Jakarta, karena minimnya keterangan dari saksi-saksi.

“Mengingat TKP rumah Alm Janda PM tersebut agak masuk sedikit kedalam jauh dari rumah warga lain sehingga pada saat kejadian sedikit saksi yang mungkin melihat tapi saya tetap melaksanakan penyelidikan karena masih ada beberapa saksi-saksi yang kita cari lagi untuk memberikan keterangan seperti itu,”ungkap nya.

Dijelaskan lagi, pihaknya juga sudah memeriksa teman dekat dari korban ada beberapa teman dekat korban diperiksa namun memang sampai dengan saat ini tidak ada yang mengarah ke satu orang namun yang dapat di curigai.

“Ada beberapa orang dan mereka masih terus kita lakukan pemantauan seperti itu. Saya berharap bahwa apabila memang ada masyarakat ataupun siapapun yang bisa memberikan kesaksian atau petunjuk kepada kita saya sangat berterima kasih karena dalam hal ini keterangan dari saksi-saksi yang kita dapati sampai dengan saat ini masih minim karena hampir beberapa saksi yang kita periksa itu malah tidak mengetahui bahkan sudah lama mungkin tidak melihat yang bersangkutan korban sebelum kejadian,”ujarnya.

Sementara itu, Iptu Ade Setiawan mengatakan pasal yang digunakan saat yaitu Pasal 338 dengan ancaman hukum pidana 15 tahun. (MR/DESIANUS WATHO).

Breaking News