Cerita penderita gagal ginjal dapat manfaat dari BPJS Kesehatan

Cerita penderita gagal ginjal dapat manfaat dari BPJS Kesehatan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, LHOKSEUMAWE – Kurang lebih tiga tahun lalu, Ariani (35), warga Desa Teumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Aceh, diagnosa mengalami penyakit gagal ginjal.

“Sejak pertama kali dokter spesialis penyakit mengatakan ginjal saya rusak pada tahun 2018 lalu. Kala itu saya dihantui rasa takut akan kondisi kesehatan dan biaya yang dibutuhkan untuk mengobati penyakit ini,” kata Ariani di salah satu rumah sakit di Lhokseumawe, Senin (29/11/2021).

Ibu dari tiga orang anak ini menyebutkan awalnya ia merasa lemas disertai mual dan muntah setiap saat, kemudian mencoba untuk memberanikan diri mengecek ke labolatorium, dan ternyata hasilnya diketahui bahwa kadar kreatinin dan ureum tinggi.

“Dibilang dokter saya gagal ginjal dan ternyata harus terapi hemodialisis atau cuci darah, langsung terbayang biayanya mahal. Saat itu saya takut sakitnya, tapi takut juga biayanya mahal,” katanya.

Ariani lantas tak berlarut-larut dengan ketakutan tersebut. Ia pun langsung menanyakan prosedur pengobatan kepada dokter yang merawatnya dan diharuskan menjalani cuci darah rutin sebanyak dua kali dalam seminggu.

“Alhamdulillah, ketakutan saya langsung dijawab sama Allah, dokter bilang semua pengobatan dan terapinya bisa di tanggung BPJS, mungkin kalau nggak ada itu (BPJS Kesehatan) saya duduk dirumah aja,” sebutnya.

Dikatakan Arini, hingga saat ini dirinya tak pernah mencari tau biaya yang harus dibayarkan untuk cuci darah yang rutin dijalani. Terapi ini memang umumya dilakukan untuk pengidap masalah ginjal yang tak berfungsi secara optimal. Meskipun pada dasarnya tubuh manusia memang mampu mencuci darah secara otomatis, namun tidak bagi penderita gagal ginjal.

“Saya tidak berani tanya berapa biayanya, tapi sudah sangat berterima kasih ada BPJS Kesehatan, Alhamdulillah dengan bantuannya sekarang saya sudah bisa melakukan kegiatan sehari-hari, tidak sering lemas lagi,” katanya.

Arini berharap agar program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan ini akan selalu ada untuk membantu orang lain seperti dirinya. Ia pun tak lupa menyarankan semua orang untuk selalu menjalankan pola hidup sehat agar terhindar dari berbagai penyakit, khususnya penyakit gagal ginjal.

Menurut Ariani, bagi sebagian masyarakat Indonesia, biaya berobat masih menjadi momok yang harus dihadapi saat dilanda musibah sakit. Tagihan obat dan rumah sakit yang tak sedikit sering menjadi salah satu faktor masyarakat terpaksa bertahan di rumah tanpa melakukan pengobatan medis yang tepat ke rumah sakit.

“Oleh sebab itu pastikan keluarga anda sudah mempunyai kartu BPJS Kesehatan agar tidak susah saat berobat. Marilah menjaga kesehatan, terutama bagi anak-anak muda yang merupakan generasi penerus bangsa,”kata Ariani menyampaikan.(MR/red)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.