oleh

Catatan Kasus HGU PTPN-2 Kebun Limau Mungkur

BAGIAN KETIGA.

METRORAKYAT.COM, DELISERDANG- Inilah lanjutan catatan kasus yang melingkari Afdeling I,III dan V di PTPN2 Kebun Limau Mungkur dengan segala pernak – perniknya.

10.Tanggl 20 Pebruari 2016 pihak kebun menyurati BPN Deli Serdang. Surat bernomor LMR/X/21/II/2016 beirisikan perihal mohon bantuan pengecekan titik kordinat HGU PTPN-2 Kebun Limau Mungkur Nomor 95/2003.

11.Tanggal 26 Pebruari 2016 pihak BPN Deli Serdang datang ke lokasi untuk melakukan pengecekan titik koordinat yang didampingi pihak Kebun Limau Mungkur.

12.Tanggal 29 Pebruari 2016 pihak Kebun Limau Mungkur datang ke pihak BPN Deli Serdang menanyakan hasil pengecekan titik koordinat yang berkaitan dengan rencana pembangunan perumahan, namun berita acara pemeriksaan belum selesai.

13.Tanggal 2 Maret 2016 pihak kantor direksi PTPN -2 mengecek ke lapangan dan selanjutnya mendatangi BPN Deli Serdang untuk mempertanyakan hasil pengecekan koordinat. Tetapi belum selesai.

14.Tanggal 9 Mei 2016 manajer Kebun Limau Mungkur dipanggil Polres Deli Serdang dengan surat panggilan NoR/66/V/2016/Reskrim tanggal 4 Mei 2016 untuk dimintai keterangan soal pembangunan perumahan di eks Afdeling-V.

15.Tanggal 26 Mei 2016 Kebun Limau Mungkur melayangkan surat ke Polres Deli Serdang dengan No.LMR/X/52/V/2016 tanggal 26 Mei 2016 hal jawaban BPN Deli Serdang terkait pembangunan perumahan yang dilakukan CVAPI di Blok ATM 2000 Afdeling V.Namun belum ada tindak lanjutnya.

16.Belum puas dengan jawaban BPN Deli Serdang, tanggal 20 Juni 2016 dilakukan pengecekan ulang titik koordinat menggunakan peralatan canggih disaksikan tim dari kantor direksi, kebun Limau Mungkur dan Polres Deli Serdang.

17.Tanggal 26 Agustus 2016 pihak kebun menyurati BPN Deli Serdang mempertanyakan hasil pengecekan titik koordinat, namun belum juga terjawab.

18.Tanggal 1 Nopember 2020 ditemukan pengerusakan tanaman dan pihak kebun melaporkannya ke Polres Deli Serdang. Tanggal 16 Nopember 2020 sekaligus berkoordinasi mengenai aktifitas galian-C di Afdeling III dan Afdeling I ( HGU No 95 dan HGU No 94/2003) namun tidak dapat ditindaklanjuti karena pihak kebun tidak dapat memperlihatkan sertifikat HGU yang legal.

19.Tanggal 26 Maret 2020 dan 22 Desember 2020 kebun Limau Mungkur membuat surat permohonan salinan sertifikat HGU untu melapor ke polisi.

20.Tanggal 12 Nopember 2021 Polres Deli Serdang meminta keterangan manajer kebun terkait pengaduan adanya galian C di Afdeling 1.

21.Tanggal 1 Maret 2021 dan pihak kebun, KTU, Bapam, Danton dan BKO turun ke lokasi galian C di Afdeling I. KTU menegur langsung oknum Muk. agar menghentikan kegiatan di HGU No 95/2003.

22.Tanggal 17 Pebruari 2021 pihak kebun sudah dua kali melayangkan surat ke kantor direksi meminta agar juru ukur turun ke areal HGU.

23. Kebun Limau Mungkur berulangkali melarang serta membuat surat larangan keras menyangkut galian C, namun saat pihak kebun kembali dari lokasi aktifitas galian C beroperasi kembali.( Bersambung )

Baca juga :

  1. https://metrorakyat.com/2021/11/catatan-kasus-hgu-ptpn-2-kebun-limau-mungkur/
  2. https://metrorakyat.com/2021/11/catatan-kasus-hgu-ptpn-2-kebun-limau-mungkur-2/

Breaking News