oleh

Akan Diputusnya Terhadap 1500 Pelanggan PLN Rayon Sei Rampah, Ini Tanggapan Ketua Partai Gerindra Sergai

METRORAKYAT.COM, SERGAI – Terkait adanya statemen Manajer PT.PLN Rayon Sei Rampah belum lama ini yang akan melakukan pemutusan terhadap 1500 pelanggan yang tersebar di 4 Kecamatan yakni Sei Rampah, Sei Bamban, Tanjung Beringin dan Kecamatan Teluk Mengkudu, karena mengalami tunggakan tagihan satu bulan.

Ketua Partai Gerindra Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Budi, SE, Jumat (05/11/2021) mengatakan, pihak PLN Rayon Sei rampah jika bicara aturan mungkin sudah sesuai, dan tentunya atas perintah pimpinan. Namun bagaimana pula dengan nasib masyarakat yang saat ini mengalami kesulitan perkonomiannya di saat pandemi COVID – 19 ditambah bencana banjir.

Ia menyarankan kepada pihak PLN Rayon Sei Rampah agar tidak main putus saja, tetapi perlu adanya pertimbangan dan toleransi dengan pelanggan yang saat ini mengalami kesulitan perkonomian dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari.

“Jika tindakan main putus dilakukan oleh pihak PLN Rayon Sei Rampah, maka akan muncul bencana baru lagi yaitu Sergai gelap gulita bahkan dikhawatirkan terjadi amuk massa terhadap pihak PLN Rayon Sei Rampah,” ujarnya.

Ketua Partai Gerindra Sergai itu juga menyarankan kepada masyarakat sebagai pelanggan dapat disiplin dengan pembayaran tagihan rekening listrik dan disarankan juga pihak PLN Rayon Sei Rampah dapat bertanggungjawab setiap alat elektronik pelanggan rusak diakibatkan aliran listrik bolak – balik padam.

“Dampak lain tidak hanya alat elektronik saja yang rusak, ikan dalam Aqurium juga ikut mati karena aliran listrik bolak – balik mati,” sebut Budi.

Sebelumnya, Manajer Humas PLN Wilayah Sumatera Utara Yasmir Lukman yang dihubungi wartawan via telepon seluler, Kamis (4/11/2021) menegaskan bahwa pihak PLN Rayon Sei Rampah dan lainnya hanya menjalankan regulasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat.

Bagi pelanggan yang belum mampu menunggak sebaiknya melunsi tagihan. Nah, terkait dengan alat elektronik pelanggan yang rusak diakibatkan bolak – balik padam, mungkin itu bukan unsur sengaja.

“Sebenarnya itukan sudah diatur dalam tingkat mutu pelayanan,” terangnya.(MR/AS)

Breaking News