Wanita Oknum LSM Bawa Mobil Tanpa Surat, Berujung Terperiksa di Mako Polsek Tualang

Wanita Oknum LSM Bawa Mobil Tanpa Surat, Berujung Terperiksa di Mako Polsek Tualang
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SIAK – Oknum seorang wanita bernama Halimah (35) warga Jalan Melati 14, Desa Bangkinang, Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, diamankan warga Desa Pinang Sebatang Timur, Minggu (3/10/2021) sekitar pukul 12.30 WIB. Oknum tersebut mengaku berasal dari pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PKI atau Lembaga Peduli Kesehatan Indonesia.

Karena hendak diamuk warga, Ketua RT 04 RK 06 Alim Mustafa dibantu oleh Bhabinkamtibmas Bripka Jumi Sihombing mengamankan oknum tersebut ke Mako Polsek Tualang.

“Kita amankan oknum yang mengaku pengurus LSM itu, agar menghindari amukan warga yang resah dikarenakan oknum tersebut hendak sosialisasi namun tanpa pemberitahuan dari Pemerintah setempat,” ujar Bripka Jumi Sihombing saat ditemui di Mako Polsek Tualang.

Selain oknum tersebut, turut diamankan satu unit mobil merk Toyota Agya, dikarenakan tidak memiliki kelengkapan surat.

“Oknum tersebut bersama rekannya mahasiswi diamankan bersama satu unit mobil yang tidak memiliki kelengkapan surat,” sebutnya.

Sebelumnya diberitakan Ketua RT 04 RK 06 Kampung Pinang Sebatang Timur, Alim Mustafa menyampaikan bahwa warga setempat menaruh curiga bahwa ada seorang wanita yang mengatasnamakan LPKI atau Lembaga Peduli Kesehatan Indonesia, dengan tujuan sosialisasi atau penyuluhan kanker.

“Ada warga melaporkan ke kita, bahwa anak-anak ketakutan, ada orang asing yang bertanya bahwa nanya alamat gereja dan masjid. Karena, alamat tersebut menjadi lokasi penyuluhan,” kata Alim.

Lanjut kata RT setempat, warga di sekitar lokasi menjadi resah, dikarenakan diduga akan terjadi tindakan penculikan anak.

“Selain itu karena maraknya hal-hal yang nggak diinginkan, maka kita berinisiatif mengamankan dua orang yakni Halimah dan rekannya Peryn, warga yang sama dari Kampar. Kita tanyakan baik-baik apa maksud dan tujuan datang ke kampung kita. Serta, kok tak ada pemberitahuan ke pemerintah setempat,” bebernya.

Lebih lanjut, kata RT setempat, keduanya diamankan warga dikarenakan rasa curiga bahwa pernah terjadi aksi penculikan anak, di kampung tersebut beberapa tahun lalu.

“Ya karena curiga saja maka kita amankan. Setelah itu menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka dibawa ke Polsek Tualang,” sambungnya.

Penelusuran informasi lainnya diperoleh, bahwa oknum pengurus LSM tersebut bukanlah lulusan sarjana kesehatan masyarakat atau SKM.

“Pengakuan oknum itu dia lulusan SKM, ternyata setelah kita tanyakan baik-baik oknum itu mengaku berbohong bukan lulusan SKM,” tutup Bripka Jumi.

Hingga berita ini ditulis, Kepolisian Sektor Tualang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. (MR/RED)

Admin Metro Rakyat News