Vaksinasi Ampuh Turunkan Penyebaran Covid-19 di Kota Medan

Vaksinasi Ampuh Turunkan Penyebaran Covid-19 di Kota Medan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Program Vaksinasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Medan bekerjasama dengan Tim Satgas Covid-19, TNI-Polri dan Tenaga Nakes telah mampu menurunkan angka penularan Covid-19 di kota Medan. Jumlah terinveksi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) semakin hari menunjukkan angka penurunan yang signifikan. Warga kota Medan juga sudah mulai beraktivitas meski masih harus tetap mengikuti protokol kesehatan. Sekolah-sekolah juga sudah melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka meskipun masih membatasi jumlah anak didik yang hadir. Beberapa perusahaan juga terlihat telah kembali membuka usaha mereka dengan  normal.

Program Vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah kota Medan meskipun belum seluruhnya, namun diharapkan kedepan status penyebaran covid-19 di kota besar ketiga di Indonesia ini semakin melandai. Artinya, level nya akan dapat sampai ke level 1 (satu). Jika level turun ke level 1, maka diyakini pergerakan ekonomi di Kota Medan akan kembali normal.

Harapan warga kota Medan, semua masayarakat dapat divaksin dan pendaftaran vaksin juga semakin di permudah. Pemko Medan melihat hal tersebut dan langsung mengambil tindakan dengan melakukan jemput bola untuk memvaksin warga masyarakat. Kalau dulu pelaksanaan vaksin masih langka dan hanya kelompok tertentu saja yang melaksanakannya, maka untuk saat ini bagi  warga kota Medan yang belum di Vaksin,  sangat mudah untuk mendapatkan penyuntikan vaksin Covid-19, karena sudah bisa dilakukan di kantor Kelurahan, Kantor Puskesmas, dan Kecamatan, Yang mana pelaksanaan Vaksinasi tersebut tetap dilakukan oleh tim Satgas Covid19 bersama petugas nakes, TNI dan Polri.

Hal yang paling terihat saat ini, ketika Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengungkapkan capaian Vaksinasi di Medan sudah 65,25 persen. Hal itu seperti dikatakan Wali Kota Medan saat melakukan peninjauan pelaksanaan vaksinasi berani serbu di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Polonia, Jalan Mangkubumi, Medan, Sabtu (23/10). Vaksinasi yang digelar atas kerjasama Generasi Muda Keluarga Besar FKPPI Sumut dan Imigrasi Kelas I TPI Polonia ini menargetkan cakupan 1.000 vaksin.

Saat tiba di kantor Imigrasi, Wali Kota Medan bersama Ketua Umum GM KB FKPPI, Sandy Mandela Simanjuntak dan Plt Kepala Divisi Keimigrasian Betni Humiras Purba langsung meninjau pelaksanaan vaksinasi. Dalam kesempatan tersebut Bobby Nasution juga berbincang dengan tenaga kesehatan dan masyarakat yang akan disuntik vaksin dosis pertama.

Dijelaskan Bobby Nasution dengan semakin masifnya kegiatan vaksinasi massal, capaian target vaksin di Kota Medan terus mengalami peningkatan. Tercatat dari 1,9 juta lebih warga Medan yang memenuhi syarat untuk divaksin, saat ini sudah mencapai angka 62,25 persen.

Dari target 1,9 juta lebih yang bisa divaksin di kota Medan,saat ini sudah 65,25 persen capaian vaksinasi kita. Tentunya target ini bisa bertambah menjadi 2 juta, jika umur dibawah 12 tahun diperbolehkan di vaksin. Oleh karenanya kami masih menunggu dan akan mengikuti arahan dari Kementerian Kesehatan,” Kata Bobby Nasution.

Bobby Nasution menambahkan jenis vaksin yang disuntikkan dalam kegiatan vaksinasi berani serbu ini adalah Pfizer. Artinya selain Sinovac saat ini Medan juga memiliki vaksin Pfizer. Tentunya dengan adanya kedua jenis vaksin maka akan semakin tercapai target Vaksinasi di Kota Medan .

“Kita berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Vaksinasi, kekebalan kelompok atau Herd Immunity akan segera terbentuk dan pemulihan disegala sektor akan lebih mudah kita laksanakan,” Jelas Bobby Nasution sembari mengapresiasi Pelaksanaan Vaksinasi yang digagas GM KB FKPPI Sumut.

Sementara itu Ketua Umum GM KB FKPPI, Shandy Mandela Simanjuntak, mengatakan GM KB FKPPI ikut berperan dalam pemulihan kondisi Indonesia. Sumatera Utara khususnya di Kota Medan merupakan provinsi kelima yang menyelenggarakan kegiatan vaksinasi massal.

“Kami menilai Urusan COVID-19 bukan hanya urusan pemerintah, tapi kita semua. Oleh karenanya Kita ikut berpartisipasi, untuk pemulihan kondisi ekonomi. Kita targetkan Se Indonesia penyuntikan 25.000 dosis pertama, dan 25.000 dosis kedua. Total 50.000 dosis,” jelasnya.

Bobby Nasution Hadirkan Solusi Untuk Kendala  Akses Warga dengan Vaksinasi Jempol

Untuk memberikan akses kemudahan bagi warga kota Medan, Bobby Nasution melakukan Vaksin jemput bola. Dampaknya, warga masyarakatpun semakin mudah untuk mendaftar vaksin. Efek yang terjadi, status kota Medan pun menjadi turun level 2 meskipun  penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) masih tetap dilakukan. Empat instruksi Presiden RI Joko Widodo menjadi pedoman bagi orang nomor satu di Pemko Medan untuk menangani virus Corona. Dengan upaya yang dilakukan tersebut, ibukota Provinsi Sumatera Utara  ini diharapkan  dapat turun menjadi Level 1.

Salah satu upaya penanganan yang terus diperkuat Bobby Nasution adalah akselerasi vaksinasi guna membentuk herd immunity. Sejumlah strategi pun dilakukan Bobby Nasution agar target 1,9 juta jiwa penduduk Kota Medan dapat divaksinasi seluruhnya. Bahkan, berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan hingga 22 Oktober, besaran persentase cakupun vaksinasi sudah berada di angka 55,07 %.

Di antara strategi yang dilakukan Bobby Nasution dengan memasifkan layanan 41 puskesmas di Kota Medan, vaksinasi bagi pengemudi angkutan umum dan pelajar serta vaksinasi keliling. Di samping itu, Bobby Nasution juga menghadirkan vaksinasi jemput bola (jempol)  seperti yang dilakukan di Kecamatan Medan Johor. Program tersebut menjadi upaya sekaligus edukasi terbuka bagi masyarakat akan pentingnya vaksinasi.

Selain itu melalui vaksinasi jempol ini, Bobby Nasution ingin mempermudah akses jarak dan waktu bagi masyarakat. Program ini  diyakini mampu menjadi solusi atas sejumlah kendala besar dalam percepatan program vaksinasi. Untuk itulah, bukan hanya sekedar ketersediaan vaksin saja ,  Bobby Nasution juga ingin memberikan solusi bagi masyarakat yang terkendala dalam mengakses vaksinasi selama ini

“Selain terus menjalankan vaksinasi skala mikro di puskesmas, kita juga lakukan vaksinasi jemput bola di tempat-tempat yang kerap digunakkan masyarakat untuk bertemu dan berdiskusi seperti misalnya coffe shop. Hal ini dilakukan guna mempermudah warga mendapatkan suntikan vaksin. Artinya, program jemput bola memberi keuntungan bagi masyarakat baik jarak maupun waktu,” kata Bobby Nasution belum lama ini.

Kehadiran program vaksinasi jempol oleh Bobby Nasution untuk memberikan solusi bagi masyarakat mendapat sambutan baik dari sejumlah kalangan, salah satunya dari dosen pasca sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU) Destanul Aulia SKM  MBA MEc PhD. Dikatakan Aulia, program responsif dalam jemput bola bagi masyarakat adalah bentuk nyata Bobby Nasution dalam memainkan peran penthahelix ( konsep perpaduan antara  unsur pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas dan media bersatu padu).

“Ini (vaksinasi jempol) adalah bentuk nyata dari responsifitas. Apalagi, salah satu syarat dalam kepemimpinan kesehatan masyarakat adalah  inovasi dalam mencari solusi. Selain itu, Bobby Nasution juga terus membangun kolaborasi dengan sejumlah pihak dan kelompok termasuk organisasi profesi kesehatan masyarakat seperti  Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sumut,” bilang Aulia yang juga  merupakan Ketua IAKMI Pengda Sumut tersebut.

Lebih lanjut Aulia menuturkan,  capaian angka vaksinasi Kota Medan yang kini berada di angka 55.07 % menjadi wujud komitmen Bobby Nasution sehingga patut untuk diapresiasi. “Ini patut diapresiasi karena sudah berperan sebagai seorang pemimpin dalam kesehatan masyarakat,” ungkapnya seraya menambahkan, capaian tersebut diperoleh Bobby Nasution karena mampu menggerakkan 4 elemen penting dalam implementasi kepemimpinan.

Adapun keempat elemen penting yang harus terus dikejar dalam mencapai target vaksinasi, jelas Aulia, yakni komunikasi dengan memberikan sosialisasi secara terus menerus tentang pentingnya vaksin dan perilaku hidup bersih dan sehat. Lalu, sarana dan prasarana yaitu dalam pelaksanaan perlu mempertimbangkan lokasi vaksin, petugas dan ketersediaan stok vaksin. Selain itu  disposisi yaitu sikap dari petugas pemberi pelayanan yang bersunguh sungguh serta birokrasi yang fleksibel karena sesungguhnya yang menjadi tujuan adalah proteksi bagi masyarakat.

Semoga kota Medan, dapat menjadi turun ke level 1 dan perekonomian pun kembali normal. Metrorakyat.com)

 

 

 

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.