September 2021, Pertumbuhan Keuangan Sumut Meningkat.

September 2021, Pertumbuhan Keuangan Sumut Meningkat.
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – PPKM di Sumatera Utara (Sumut) mengalami penurunan di level 2 setelah hampir semua Kabupaten/Kota telah melakukan Vaksinasi diatas 70 persen dari jumlah penduduk masing-masing daerahnya.

Karenanya memasuki bulan September 2021, pertumbuhan keuangan di Sumut membaik yang tercermin dari tingkat profitabilitas (ROA) dengan rasio BOPO relatif menurun dan bahkan lebih rendah jika dibanding dengan rasio sebelum pandemi.

“Meski pada indikator lainnya, intermediasi perbankan (LDR) tercatat menurun didorong respon kenaikan (Dana pihak ketiga (DPK) dan penurunan penyaluran kredit,” terang Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Wilayah Sumut, Soekowardojo pada virtual zoom dan press relisnya, Senin (25/10/2021)

Namun dari sisi lain, bahwa kredit tertahan (Undisbursed Loan) meningkat yang didukung peningkatan pada seluruh kelompok perbankan.

Adapun spread bunga perbankan mencatatkan angka yang cukup stabil pada 5,4 persen, sedikit naik dibandingkan triwulan ke II tahun 2021 sebesar 5,1 persen, seiring dengan BI7DRRR yang masih di angka 3,5 persen.

Lanjut Soekowardojo, untuk pertumbuhan perekonomian triwulan II di tahun 2021 wilayah Sumut mengalami fase bounce back, didukung faktor base effect serta perkembangan indikator terkini.

Untuk pengeluaran, ekspor tercatat sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, didorong oleh akselerasi indeks PMI global, pertumbuhan ekonomi negara mitra dagang, serta kenaikan harga komoditas makanan maupun CPO di pasar internasional.

“Selain itu, lapangan usaha, seluruh komponen utama mengalami perbaikan dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari Lapangan Usaha (LU) perdagangan yang dipengaruhi oleh HBKN Idul Fitri. LU Pertanian juga mengalami peningkatan di tengah melimpahnya produksi perkebunan yang diiringi dengan kenaikan harga komoditas,” imbuhnya.

Kemudian, dari sisi LU pertanian terjadi peningkatan sebesar 21,82 persen.

Sedangkan disisi Pengeluaran paling meningkat yakni konsumsi rumah tangga yakni 51,44 persen.

“Untuk harga pangan strategis terpantau stabil pada 22 Oktober 2021, kecuali untuk minyak goreng. Hingga saat ini harga minyak goreng masih terpantau relatif tinggi dipicu oleh naiknya harga CPO global,” ucap dia lagi.

Lanjut dia menjelasakan kalau dilihat dari perkembangan tersebut, TPID Sumut melalui Biro perekonomian dalam proses penjajakan kerjasama antara BUMD PT. Perkebunan Sumut dengan PT. KIM untuk produksi minyak goreng Sumut.

“Namun, dari stabilitas harga komoditas pangan strategis juga diperkuat dengan hasil survey aliran pasokan Bank Indonesia yang menunjukan aliran pasokan terhadap pedagang besar di Kota Medan masih relatif stabil serta kecukupan stock di gudang Bulog khususnya ketersediaan beras,” ucapnya mengakhiri. (MR/156).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.