Begini Kata Warga Tentang Kasus Dugaan Pembunuhan Di Perawang

Begini Kata Warga Tentang Kasus Dugaan Pembunuhan Di Perawang
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SIAK – Pemilik rumah kontrakan Hedi, mengetahui peristiwa kematian Novi Yulianti (25) setelah dihubungi tetangga.

“Saya dihubungi tetanga, katanya ada pembunuhan di rumah kontrakan saya. Novi sudah dua tahun ngontrak pak, harga sewa tiga ratus lima puluh ribu rupiah,” kata Hedi, Minggu (17/10).

Masih kata Hedi, terdapat dua unit rumah kontrakan yang dihuni di Jalan Hangjebat Gang Melati RT 14 RW 05 Kelurahan Perawang, Tualang,Siak. Diantaranya, Risky yang mengaku bekerja sebagai kontraktor, dan Novi Yulianti bekerja sebagai tenaga honorer di Samsat Dispenda Perawang.

Menurut kabar lainnya, barang milik pribadinya seperti telepon genggam ditemukan di Jalan Indah Kasih. Info lainnya, warga menduga bahwa terduga pelaku masuk melalui plafon.

Warga setempat bertutur bahwa sebelum terjadinya peristiwa berdarah itu, korban diduga berteriak dengan suara kuat.

“Saya ada dengar suara ribut seperti berteriak. Tapi karena urusan orang lain maka agak saya acuhkan,” ujar warga sembari meminta namanya tidak tercantum.

Informasi lainnya, pacar korban yang belum diketahui identitasnya mengabarkan bahwa Novi pernah kehilangan uang.

“Saya dengar cowoknya pernah kehilangan uang tujuh ratus ribu rupiah. Dan mungkin berulah lagi pelakunya, tapi kepergok, lalu dibunuh mungkin pak,” tambahnya.

Sumber di Kepolisian menyebutkan, terdapat beberapa saksi turut dimintai keterangan.

Hingga berita ini ditulis, pihak Kepolisian Sektor Tualang masih melakukan penyelidikan terkait dugaan pembunuhan tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Perawang digegerkan dengan penemuan mayat wanita di rumah kontrakan Jalan Hangjebat Gang Melati RT 14 RW 05 kelurahan Perawang, Sabtu (16/10) sekira pukul 15.30 WIB. Pada peristiwa tersebut, diketahui bahwa korban adalah tenaga honorer Dispenda Provinsi Riau, Novi Yulianti (25). Juga dikabarkan sepeda motor serta telepon genggam milik korban raib, diduga diambil pelaku. (MR/RED)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.