oleh

Beberapa Kalangan Pengguna Jasa Meminta Ke PT IPC Pangkalbalam Mengembalikan Setengah Uang Retribusi Pas Masuk

METRORAKYAT.COM, PANGKALPINANG – Pelaku usaha dan pengguna Jasa Pelabuhan bongkar muat di Pelabuhan Pangkal balam milik PT IPC Cabang Pangkalbalam mengeluhkan pelayanan walau sudah bayar ritribusi pas masuk

Adanya pemberlakuan bagi kendaraan yang tidak bisa memasuki Lini I sehingga adanya keluhan bagi pengguna jasa pelabuhan maupun pelaku usaha, Pasalnya jarak tempuh pintu masuk ke lokasi tempat aktifitas di pelabuhan sangat jauh.

Eko Supriyadi selaku direktur Bangka Jaya Line sekaligus pengguna jasa sangat kecewa terhadap Pihak PT IPC cabang Pangkal Balam karena pelayanan yang diberikan belum memenuhi standar,Kamis (21/10/2021).

“Di sini kami dikenai biaya retribusi pas masuk ke areal pelabuhan, kami harus bayar pas untuk kendaraan dan perorangan juga, kalau kita bicara mengenai aturan semua yang masuk ke pelabuhan harus bayar tetapi disini untuk pas masuk yang lain kenapa tidak bayar,”ungkap Eko.

Katanya lagi, selaku pengguna jasa yang sudah lama berkecimpung di pelabuhan Pangkal Balam meminta agar pihak PT IPC Cabang Pangkal Balam meninjau kembali masalah retribusi masuk tersebut, sebab ketika mereka masuk dan sudah bayar retribusi kendaran tapi kendaraan tidak boleh masuk juga.

“Kalau mau lihat wilayah tempat kerja kami harus berjalan kaki yang cukup lumayan jauh, kalau seperti ini pelayanan apa yang kami dapat dari PT IPC Cabang Pangkal Balam setelah bayar retribusi pas, kalau memang kendaraan tidak boleh masuk pihak IPC harus menyediakan kendaraan atau pun solusi yang lain,”ungkap Eko.

Eko selanjutnya meminta uang retribusi yang telah dibayar bisa dikembalikan setengahnya dengan alasan kendaraan yang sudah bayar retribusi masih tidak juga bisa masuk untuk  mengontrol pekerjaan pihaknya tetap harus berjalan kaki.

Dia berharap semua kalangan pengguna jasa meminta kepada pihak PT IPC Pangkal Balam untuk melengkapi pas masuk dan seharusnya diberi masuk. “Karena kita dilokasi bukan lama,kita hanya kontrol saja, “tutup Eko (MR/HR)

Breaking News