Bantu Ekonomi Keluarga, Penjahit Baju Bertahan Ditengah Pandemi covid-19

Bantu Ekonomi Keluarga, Penjahit Baju Bertahan Ditengah Pandemi covid-19
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SINGKIL – Sejak pandemi covid-19 melanda, mempengaruhi tatanan dan sendi-sendi kehidupan, termasuk sektor ekonomi.

Akibat dari himbas pandemi, banyak berbagai macam usaha masyarakat macet dan merosot. Namun tidak sedikit juga masih bertahan dimasa pandemi ini. Kendati harus memutar otak demi membantu memenuhi kebutuhan hidup.

Seperti salah satunya usaha penjahit pakaian, milik Dewi, seorang ibu rumah tangga di Singkil, yang masih tetap bertahan di tengah masa pandemi covid-19 ini menjalankan usaha menjahitnya.

Hal itu, tetap harus dijalankan Dewi ditengah kondisi pandemi covid-19 ini, demi membantu perekonomian keluarga
dengan memanfaatkan ruangan tamu rumahnya.

Dewi tetap harus bertahan menjalankan usaha menjahitnya diruang tamu rumahnya, bertarung berjuang hidup membantu perekonomian keluarga ditengah pandemi covid-19 ini.

Kendati kondisi pandemi covid-19, ia tetap harus gigih dalam melakoni menjalani usahanya membantu perekonomian keluarga ditengah masa pandemi ini, ucap Dewi (42) salah seorang ibu rumah tangga di Singkil, Rabu (15/9/2021).

Dewi juga mengaku, tetap harus menjalani usaha yang telah dilakoni sejak masih masih lajang hingga kini untuk membantu perekonomian keluarga dan kebutuhan sekolah anak-anak nya.

“Meski virus corona, sebagai ibu rumah tangga kita harus ikut andil membantu ekonomi keluarga ditengah masa pandemi ini dengan tetap mentaati protokol kesehatan, yang mengaku sang suami yang berprofesi sebagai buruh harian lepas”, ujarnya.

Menurutnya, kondisi pandemi covid-19 ini memang sangat berpengaruh pada pendapatan para penjahit. Disamping ekonomi yang merosot, banyak orang-orang masih takut dan enggan datang untuk menempahkan jahitan pakaiannya.

Dia juga mengaku, di awal-awal pandemi covid-19 pendapatan dari jahitannya jauh menurun dari biasanya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Ia bersama sang suami harus pandai-pandai dan berusaha keras dengan memanfaatkan pendapatan yang minim dan bantuan dari pemerintah.

Jika sebelum pandemi dirinya bisa mendapatkan orderan pakaian, gorden, yang lumayan dari pelanggan, sekarang semakin berkurang bahkan dalam sehari terkadang tidak ada pelanggan sama sekali.

“Kalau dulu sebelum pandemi covid-19 melanda, banyak mahasiswa dan siswa sekolah yang sering menjahitkan pakaian seragam dan berbagai pakaian lainnya, sekarang bisa dikatakan sudah tidak ada lagi”, ujarnya.

Meskipun dengan pendapatannya yang tidak menentu seperti ini, Ia tetap bersyukur karena masih bisa memenuhi semua kebutuhan sehari-hari keluarganya termasuk membantu biaya pendidikan anaknya dengan mengharapkan pelanggan ibu-ibu rumah tangga sekitarnya saja.

Baginya kesehatan adalah yang terpenting, apalagi dimasa pandemi Covid-19 seperti ini, dengan mematuhi anjuran pemerintah terkait protokol kesehatan Covid-19 adalah kewajiban semua orang termasuk dirinya.

Dia pun berharap corona virus ini segera berakhir, masyarakat bisa beraktifitas seperti biasanya, anak sekolah bisa sekolah lagi, mahasiswa bisa kuliah langsung dikampusnya dan kita para penjahit kembali mendapatkan orderan menjahit lagi,” harapnya.(MR/red)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.