oleh

Alamak!!!, JPU yang memenjarakan Saksi, ikut Jadi Saksi

METRORAKYAT.COM, LANGKAT – Sidang kasus dugaan memberi kesaksian palsu Pasal 242 KUHP dengan terdakwa Sri Bulana Br Sitepu di Ruang Chandra Pengadilan Negeri Stabat, Jum’at (10/09/2021).

Sidang Perkara Nomor : 426/Pid.B/2021/PN Stb, yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, As’ad Rahim Lubis, S.H, M.H, berlangsung lebih menarik dengan menghadirkan para saksi korban, Rumondang Siregar, SH, MH, Darliana Br Sembiring, Siti Derhana, Eva Br Sutepu, Paksa Br Sembiring.

Apalagi, ada Rumondang Siregar, yang pada persidangan sebelumnya menjadi Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus penipuan dan penggelapan dengan terdakwa Susi Susanti, serta memenjarakan saksi Sri Bulana dengan tuduhan memberikan kesaksian palsu, dalam persidangan kali ini Rumondang lebih memilih menjadi saksi berpihak kepada Arihta Br Sembiring selaku saksi korban (pelapor).

Dalam persidangan yang dituduhkan kepada Sri Bulana sehingga menjadi terdakwa, Rumondang dengan berapi-api memberikan kesaksiannya seolah dirinya menjadi saksi langsung dalam peristiwa hutang piutang dengan modus investasi pendulangan emas yang dilakukan Susi Susanti yang kini telah divonis dan menjalani hukuman di LP Tanjung Pura, Kab.Langkat.

Tim Penasihat Hukum terdakwa Sri Bulana, Yusfansyah Dodi, SH, Fadillah Hutri Lubis, SH dan M.Yusuf, SH, MH, menanyakan kepada saksi Rumondang Siregar apakah dirinya ada hubungan keluarga dengan saksi korban (pelapor) Arihta Br Sembiring atau suaminya, Jaksa Fungsional di Kejari Langkat tersebut mengaku tidak ada hubungan keluarga dengan Arihta.

“Saya dan Arihta tidak ada hubungan saudara. Begitu juga suami saya tidak ada hubungan keluarga dengan Arihta,” ujar Rumondang, dari gedung Kejari Langkat lewat sidang virtual yang membuat pengunjung sidang di PN Stabat tersenyum.

PH juga menanyakan, terkait waktu penetapan tersangka yang dilakukan Rumondang Siregar sewaktu menjadi JPU kasus penipuan dengan terdakwa Susi Susanti kepada Sri Bulana. Sebab, menurut PH ada yang tidak sesuai waktu dikeluarkannya penetapan penyelidikan dengan penetapan Sri Bulana dari saksi menjadi tersangka dan waktu pelaporan ke penyidik Polres Langkat.

Dari bukti pelaporan ke penyidik Polres Langkat dan langsung menetapkan Sri Bulana sebagai tersangka, jam pelaporan sekitar pukul 19.00 Wib. Namun Rumondang yg kala itu masih menjadi JPU mengatakan pelaporan itu dilakukan setelah adanya dikeluarkan penetapan dari Majelis Hakim yang saat itu dipimpin Edi Siong selaku Hakim Ketua.

PH menilai ada kejanggalan diduga Rumondang Siregar menetapkan Sri Bulana sebagai tersangka terlebih dahulu, kemudian dilaporkan ke penyidik.

Sementara itu, saksi lainnya Darliana Br Sembiring, dalam keterangannya tidak berbeda dari kesaksian pada persidangan sebelumnya, Rabu (08/09/2021) lalu.

Menurut Darliana, dirinya hanya mengetahui jika Sri Bulana ditetapkan sebagai tersangka oleh majelis hakim berdasarkan dari keterangan rekan-rekanya yang juga jadi korban Susi Susanti.

Sama seperti sidang pekan lalu, Darliana juga mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui pasti tentang isi B.A.P yang dia tandatangani dari penyidik.

Dan ketiga saksi lain yang turut di hadirkan dalam persidangan, Eva br Sitepu, Siti Gerhana, Paksa br Sembiring mengaku bahwa mereka mengetahui  kalau Sri bulana br Sitepu di tetapkan memberi keterangan palsu berdasarkan ketetapan hakim, saat di tanya PH kenapa Sri bulana  ditetapkan menberi keterangan palsu, ketiganya hanya mengatakan katanya dan katanya.

Diakhir persidangan majelis  hakim mengingat para saksi agar senantiasa bersyukur agar hal serupa tak terulang lagi. (MR/yo)

Breaking News