Risky Aritonang Hingga Kepala Desa Montongsari, Motivasi Warga Berprestasi
METRORAKYAT.COM, KENDAL – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat DPRD Kendal ,Risky Aritonang SH.Memberikan apresiasi Muhammad Wibisono,Atas karya Musik dengan Lagu Best seller ‘Kali Kutho’ .
hal itu di ungkapkan saat Dirumah Aspirasi Di Desa Montongsari, Kecamatan Weleri,Kabupaten Kendal, Minggu (15/8/2021).
“Bakat seni musik perlu diberikan perhatian khusus, agar bisa melahirkan karya-karya lagu yang menginspirasi,” ungkapnya.
Tentunya, sambungnya, karya mereka harus di dukungan serta memberikan motivasi dan semangat.
“Mari bersama-sama kita peduli kreatifitas anak muda kita dorong, hal itu diperlukan dukungan dan dorongan pemerintah daerah,”pesan Ganang.
Sementara,Muhammad Katon Wibisono atau yang akrab disapa Katon, remaja usia 24 tahun, menceritakan Terima kasih atas masukan dan motivasinya, Risky Aritonang,SH.memberikan ruang dan waktu mengfasilitasi kegiatan hal positif untuk pemuda desa Montongsari.
Dikatakan, lagu pertama yang berjudul “Ngiklaske”, ia ciptakan pada tahun 2020 lalu. Menurut Katon, lagu tersebut ia buat berdasarkan curhatan temen-temen.
“Kemudian saya aplikasikan melaui konten video. Salah satunya musik di video cannel YouTube Katon Wibi’s Official,” terangnya kepada awak media.
Menurut Katon, video konten, yang ia buat tersebut berdasarkan otodidak semata, yakni dengan melakukan shot video dan sebagainya.
Dirinya bersyukur, karya seni yang ia buat mendapatkan dukungan dari keluarganya.
Katon menambahkan, bahkan pada lagu kedua yang ia beri judul “Kali Kuto”, ini menjadi best seller.
Lagunya tersebut menceritakan tentang perjalanan anak rantau di luar kota maupun luar negeri yang rindu akan kampung halamannya.
“Selain menceritakan anak rantau, lagu tersebut saya buat untuk mengangkat Kendal, khususnya Kota Weleri dengan Jembatan Merah,” ungkap
Untuk lagu ketiga, yang berjudul “Tanpo Welas Asih” Lagu keempat “Demi Bahagiamu”.
Katon juga mengungkapkan, sudah sejak sekolah dasar. Dirinya mencintai musik dengan memainkan alat gitar hingga lulus di bangku sekolah menengah atas, di SMA 1 Rowosari.
Usai lulus SMA, bakat itu dituangkan dengan mengisi musik di beberapa kafe di Kendal, salah satunya Caffee Tritisan di Desa Sambungsari, Weleri.
“Hingga berfikir untuk mengembangkan bakat yang ada, dengan membuat video musik karya sendiri. Namun karena masih pandemi jadi berhenti dulu,” pungkas Katon.
Secara terpisah,Ungkapan yang sama disampaikan Kepala Desa Montongsari, Sunaryo. Menurutnya apa yang dilakukan warganya ini bisa mengangkat potensi Desa Montongsari dan Kecamatan Weleri.
Ia berpesan supaya pemuda Montongsari maju terus. Menurutnya Pemdes Montongsari akan mendukung dan selalu dibelakang mereka, selama kegiatan itu positif.
“Kejar cita-cita dan jangan berhenti ditengah jalan. Jadilah contoh yg baik di masyarakat, mudah-mudahan Allah SWT selalu bersama kita Aamiin,” ungkap Sunaryo.(mr//siva zou)
