Plt. Kadis Perindagkop & UKM : PKL Yang Berjualan Di Bahu Jalan Akan Di Relokasi Ke Pasar Tradisional
METRORAKYAT.COM, SUBULUSSALAM – Para pedagang kaki lima yang berjualan di trotoar hingga badan jalan di wilayah pajak harian subulussalam bakal segera ditertibkan dan direlokasi ke pasar tradisional. Selain melanggar peraturan daerah, keberadaan PKL di trotoar juga kerap menimbulkan kemacetan.
Plt. Kadis Perindagkop & UKM Wardiansyah ST pedagang Kaki Lima banyak yang berjualan di bahu jalan pasar tradisional Subulussalam, kurang lebih 56 orang itu nanti akan kita pindahkan ke pasar tradisional Subulussalam,Kamis (19/8/2021)
Menurutnya pedagang kaki lima terlihat sangat menganggu jalan pasar tradisional ini, sehingga akses jalan masuk kendaraan baik roda dua, maupun roda empat, sangat sulit masuk dan jalan tersebut sangat sempit apalagi di hari Minggu puncak pasar. “Ini luar biasa berjalan kaki pun susah,”kata Wardiansyah.
Ia menambahkan jalan pasar tradisional itu luasnya 8 Meter di tambah bahu jalan kiri kanan 4 Meter hingga total nya menjadi 12 Meter dan beberapa hari lalu kami sudah cros chek kelokasi Pasar Tradisional.
“Namun kendati demikian, Kami dari Disperindagkop Akan Pindahkan Pedagang Kaki Lima (PKL) Ke-Pasar Tradisional Subulussalam Utara dan ini sudah kami lakukan Musawarah dan Mupakat dengan para pedagang, dan dihadiri Dishub, dan Muspika Simpang Kiri, terkait hal ini sudah kami rapatkan beberapa hari yang lalu,”sebutnya.
Hasil dari Musyawarah tersebut para pedagang sepakat, akan kita pindahkan kedalam pasar tradisional yang dibangun oleh kotaku itu.
Menurut Wardiansyah, jikalau sekiranya nanti tidak menampung di pajak tersebut kita akan bangun kembali disamping pajak yang di bangun Kotaku itu, terkait hal ini tidak ada pungutan biaya.
Masih kata Wardiansyah, satu-satunya untuk mengatasi jalan pasar tradisional itu, adalah harus memindahkan para pedang kedalam pasar tradisional.
“Namun sebelum kita pindahkan, kami dari pihak Disperindagkop Subulussalam harus terlebih dahulu menyiapkan lapak kekurangan dari jumlah pedagang yang kita pindahkan sehingga kedepannya jalan pasar tradisional Subulussalam tersebut tidak sempit lagi,” tutup Wardiansyah.(MR/Jr)
