Meski Pandemi, LOPMMI Diketuai Oknum ASN Paksakan Gelar Bimtek Gunakan ADD

Meski Pandemi, LOPMMI Diketuai Oknum ASN Paksakan Gelar Bimtek Gunakan ADD
Bagikan

METRORAKYAT.COM, LANGSA – Demi mengeruk keuntungan pribadi dan kelompok, Lembaga Oreantasi Pengembangan Masyarakat Madani Indonesia (LOPMMI) tetap paksakan pelaksanaan bimtek bagi 66 Gampong (Desa) dalam wilayah Pemko Langsa.

Seakan tak peduli dengan kondisi kesehatan dan ekonomi masyarakat yang morat marit akibat covid 19, Lembaga Oreantasi Masyarakat Madani Indonesia (LOPMMI) tetap saja menggelar kegiatan yang menguras Anggaran Dana Desa (ADD) Gampong.

Tercatat para Ibu PKK pada setiap Gampong (Desa) yang mengikuti bimtek tersebut, dipatok biaya sebesar 6 juta rupiah per orang.

Meski tidak bermanfaat langsung terhadap masyarakat dalam kondisi sulit ini, kegiatan tersebut juga dinilai telah meremehkan pemerintah yang sedang galaknya menangani Pandemi covid 19 virus Corona ini.

Oleh karena segala bentuk kerumunan dan berkumpulnya orang banyak, penggunaan anggaran yang bersumber dari pemerintah juga diatur agar tidak digunakan kepada kegiatan yang tidak bermanfaat kepada masyarakat. Namun mereka malah mengangkangi aturan yang ada demi keuntungan pribadi dan kelompok.

Bukan hanya kali ini, Lembaga Oreantasi Pengembangan Masyarakat Madani Indonesia (LOPMMI) sebagai pelaksana bimtek ini juga diketahui telah beberapa kali menggelar kegiatan yang sama yang juga dalam masa pandemi Covid-19.

Padahal ketua Lembaga LOPMMI adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemko Langsa, namun kerap melakukannya meski ia sebenarnya sangat memahami peraturan yang mengikat dengan statusnya sebagai ASN.

Informasi yang dihimpun oleh media ini sesuai surat yang di kirimkan oleh Lembaga LOPMMI kepada Geuchik 66 Gampong (Desa) dalam wilayah Pemko Langsa menyebutkan, acara bimtek di selenggarakan selama Empat (4) hari semenjak hari Kamis 5 Agustus sampai dengan Minggu 8 Agustus 2021. Bertempat Hotel Kyriad Muraya, Jalan. Daud Beureuh Nomor. 5 Banda Aceh.

Menurut salah seorang Geuchik kepada media ini yang di hubungi via telepon selulernya, Sabtu (7/8/2021) membenarkan ada bimtek untuk Ibu – Ibu PKK di Banda Aceh yang di selenggarakan oleh Lembaga LOPMMI. Dana yang harus di keluarkan Gampong menggunakan dana desa Rp 6 juta, dan saat ditanyakan untuk apa dana itu dipergunakan ia juga tidak tahu. Bimtek itu di selenggarakan selama 4 hari.

Padahal dana tersebut sangat baik dan tepat dipergunakan untuk membantu ratusan warga yang terdampak Covid-19 yang hingga kini masih banyak belum menerima bantuan. Tidak sedikit warga Kota Langsa yang terdampak Covid-19 merasa sedih bahkan sulit untuk memenuhi kebutuhan ekonominya karena belum mendapatkan bantuan Pemerintah.

“Untuk itu Gampong saya tidak ada yang mengikuti bimtek tersebut karena tidak ada uang,” ujar salah seorang Geuchik dalam wilayah Pemko Langsa. (MR/DANTON)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.