UNHCR di Kota Medan Diduga Lepas Tangan Menangani Imigran, Ini kata Walikota Medan

UNHCR di Kota Medan Diduga Lepas Tangan Menangani Imigran, Ini kata Walikota Medan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Sejumlah imigran yang ada di Kota Medan hingga saat ini masih menanti kejelasan dari United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) untuk mengirimkan ratusan imigran ke negara tujuan selanjutnya agar dapat bekerja untuk memperoleh kehidupan yang lebih layak lagi.

Sebelum pandemi Covid-19 ada, pihak UNHCR di Kota Medan diduga tidak perduli dan lepas tangan karena hanya memberikan janji hingga harapan palsu. Tentu saja hal ini menimbulkan kecurigaan tersendiri, kenapa ratusan para imigran yang menetap di sekitaran Jalan DR. Mansyur, Gang Sehat, Kelurahan Padang Bulan Selayang I, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara itu diduga seperti masih di tahan-tahan untuk menetap di Kota terbesar nomor tiga di Indonesia setelah Kota Jakarta dan Surabaya ini.

Dalam hal ini, tim Metrorakyat.com pun terus mencari informasi di beberapa tempat yang berbeda. Menurut rumor yang beredar, beberapa pihak atau oknum dari UNHCR sempat menjadikan para imigran sebagai lahan uang seperti memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Hal itu dikatakan oleh seorang imigran yang tak ingin disebutkan namanya. Sebut saja Adam, kepada awak media dia mengatakan semua kejadian yang dialaminya selama di Kota Medan.

“Kami tidak bisa bekerja disini, ada anak-anak kecil disini tidak ada dapat pendidikan juga. Uang setiap bulan yang kami dapat dari IOM juga tidak cukup untuk biaya hidup kami. Belum lagi biaya kesehatan kami saat salah satu dari kami sakit. Kamu kalau konfirmasi ke UNHCR yang ada di Kota Medan, pasti kamu di suruh telepon UNHCR yang ada di Jakarta. Mereka banyak bohong dan hanya kasih janji palsu. Kami lelah menanti dan tidak ada kepastian. Semoga Allah mendengar kesedihan kami disini,” katanya kepada awak media menggunakan bahasa Inggris sebelum diterjemahkan, Jum’at (18/6/2021) lalu.

Sebelumnya, seorang imigran asal Iraq bernama Aqila mengatakan hal yang sama seperti Adam. Bahkan, wanita berusia 57 tahun itu ingin bertemu dengan Presiden RI, Jokowi.

“UNHCR di Kota Medan ini tidak perduli dengan nasib saya juga. Mereka hanya memproses sebagian saja. Selama disini saya sakit, kadar gula saya tinggi karena ini jadi beban pikiran saya. Saya rindu keluarga dan anak-anak saya. Saya tidak tahu mau minta tolong siapa. Saya ingin bertemu Presiden, tolong saya pak Jokowi,” ucapnya sambil meneteskan air mata, Jum’at (18/6/2021) lalu.

Lebih lanjut, pada Sabtu (10/7/2021) tim Metrorakyat.com kembali mencoba berkomunikasi dengan Aqila. Hal yang mengejutkan pun terucap olehnya. Dikatakannya, petugas UNHCR di Kota Medan tidak akan memproses imigran yang berkomunikasi dengan awak media. Itu sudah terjadi kepada beberapa imigran yang tinggal di Kota Medan.

“UNHCR tidak akan proses kami yang ada disini jika kami bicara kepada Wartawan. Now, UNHCR crazy with me, than Pospos (nama seorang yang ada di UNHCR-red) angry with me. Sebelumnya, ada imigran dari Sudan bicara sampai ke Wartawan dan hanya mendapatkan setengah proses dari UNHCR yang ada di Medan. UNHCR yang di Jakarta mungkin tidak tahu ini karena ada komplain. Jika seseorang memiliki komplain ke UNHCR di Medan, kami tidak akan di proses. Mereka akan biarkan kami mati disini. Jika Wartawan membantu kami disini untuk menyampaikan keluhan kami, UNHCR melupakan kami,” ungkapnya sambil menangis.

Menindaklanjuti nasib para imigran yang sudah menetap bertahun-tahun, Walikota Medan, Bobby Nasution pun angkat bicara usai rapat Paripurna beberapa waktu lalu di gedung DPRD Kota Medan.

Bobby mengatakan, setiap ada yang masuk, UNHCR harus mengkonfirmasi dengan Pemko Medan dan harus melihat dahulu bagaimana fasilitasnya. Misalnya ada 10, tapi kapasitasnya cuma 7 dan itu tidak mungkin kita terima, itu juga harus di sesuaikan. “Terakhir kita lihat bulan lalu ada yang masuk lagi, tapi memang kita sampaikan kepada UNHCR, kita perbolehkan tapi tolong yang keluar diberikan pelatihan harus sesuai dengan negara tujuan agar saat dipindahkan ke negara tujuannya, negara itu tidak akan menolak karena kemampuannya tidak sesuai dengan negara tujuan,” sebut Bobby yang juga menantu Presiden RI Joko Widodo ini.

Di zaman digitalisasi saat ini, Bobby Nasution menghimbau UNHCR agar merevisi kembali imigran yang ada di Kota Medan.

“Kami (Pemko Medan-red) kemarin minta di revisi lagi dan di update jumlah imigran yang ada. Karena hari ini adalah zamannya digitalisasi, coba pelatihannya yang diberikan mengarah kesana juga. Itu yang sudah kita beri masukan ke UNHCR,” tegas orang nomor satu di Kota Medan baru-baru ini. (MR/Siti)

Admin Metro Rakyat News