Bank Indonesia: Pertumbuhan DPK Dorong Peningkatan Perbankan di Sumut

Bank Indonesia: Pertumbuhan DPK Dorong Peningkatan Perbankan di Sumut
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) akan mendorong peningkatan perbankan di wilayah Sumatera Utara (Sumut) yang juga merupakan peningkatan penyaluran kredit mikro.

Dimana peningkatan penyaluran kredit akan semakin baik apabila didorong oleh pertumbuhan Kredit Modal Kerja (KMK).
Namun kalau dilihat dari sisi sektoral, penyaluran pembiayaan mengalami peningkatan di seluruh sektor utama, kecuali Konstruksi yang berdampak masih terhambatnya proyek Pemerintah akibat realokasi anggaran untuk penanganan Pandemi Covid-19 sekarang.
“Peningkatan kredit selalu diiringi dengan membaiknya risiko kredit yang didorong oleh perbaikan risiko gagal bayar terhadap KMK, mencerminkan optimisme aktivitas dunia usaha,” sebut Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sumut Soekowardojo melalui Virtual Zoom, Selasa (27/7/2021).

Sedangkan untuk DPK Perbankan menunjukkan pertumbuhan (9,48% -> 12,35%) yang didorong oleh peningkatan seluruh kelompok perbankan serta jenis simpanan giro dan tabungan.

“Berdasarkan golongan nasabah, pertumbuhan DPK terutama didorong oleh Perseorangan serta Swasta yang diduga menahan laju konsumsi akan cenderung wait and see untuk melakukan investasi.” cetus Soekowardojo.

Di sisi lain untuk DPK agregat Pemerintah Sumut melambat secara tahunan, namun tercatat di beberapa wilayah ada yang mengalami peningkatan dengan nominal DPK dari periode sebelumnya diantaranya Provinsi Sumut, Kota Medan, Deli Serdang, dan Kab. Labuhan Batu.

“Sementara untuk aliran uang kartal dari perbankan melalui Bank Indonesia (BI) di Sumut pada Juni 2021 mencatatkan net inflow sebesar Rp 1,54 triliun (inflow sebesar Rp3,75 triliun dan outflow sebesar Rp2,21 triliun) sesuai dengan tren pasca Hari Raya Idul Fitri di tahun-tahun sebelumnya,” terangnya.

Selanjutnya, adanya temuan Uang Palsu (UPAL) di Sumut hingga bulan Juni 2021 adalah sebanyak 1.818 lembar dengan mayoritas pecahan temuan UPAL adalah Rp100.000 dan Rp50.000.

“Pasca Hari Raya Idul Fitri, kewaspadaan masyarakat terhadap peredaran Uang Palsu diharapkan tetap terjaga dengan menerapkan 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang),” ungkapnya mengakhiri. (MR/156).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.