Plt Kadisperindag Apresiasi Sinergi NU Semprot Disinfektan di Pasar

Plt Kadisperindag Apresiasi Sinergi NU Semprot Disinfektan di Pasar
Bagikan

METRORAKYAT.COM, KENDAL – Plt Kepala Dinas Perdagangan Kendal Alfebian Yulando Apresiasi Peran Nahdatul Ulama (NU) Banser Tanggap Bancana (Bagana) melakukan penyemprotan disinfektan guna mencegah penyebaran virus corona atau covid-19 di Pasar Sukorejo, Jum’at (25/6/2021) siang.

Nampak terlihat pantauan awak media Metrorakyat.com hadir dalam kegiatan, kepala UPTD Dinas perdagangan Sukorejo, Paguyuban Pasar Sukorejo bersinergi dengan Puluhan Banser Tanggap Bancana (Bagana) hadir pula sapaan akrab Abah Gigik, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ki Bodo Sukorejo.

Tidak hanya itu, kegiatan penyemprotan antisipasi mencegah penyebaran virus berbahaya itu juga Bagana membersihkan sampah dilokasi. “Kami Mengapresiasi Peran penting organisasi diantaranya Nahdatul ulama,turut serta membantu pemerintah dalam penanggulangan pencegahan penyebaran virus Corona lebih meluas,” ungkap Febi kepada awak media di ruang kerjanya.

“Sesuai Surat Edaran (SE) Bupati Kendal Nomor: 443.5/1876/2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kendal.

“Selain itu, Dinas Perdagangan sudah membuat Edaran untuk menutup operasional pasar tradisional sementara untuk di seterilkan,” terangnya.

Ditambahkannya, mengingat tingginya kebutuhan masyarakat, penutupan pasar tradisional dilakukan secara bergantian. “Pada Jumat ini, Pasar Sukorejo, Pasar Boja dan Pasar Weleri menjadi pasar pertama yang ditutup sejak pagi. Sementara pasar-pasar tradisional lainnya tetap diberikan kesempatan buka hingga pukul 10.00 WIB,” sambungnya.

Ia pun menegaskan, penutupan pasar tradisional tetap dilakukan secara bergantian manakala kasus Covid-19 di Kabupaten Kendal terus meningkat. Pihaknya juga sudah menginstruksikan semua koordinator pasar untuk melakukan penyemprotan desinfektan setiap Jum’at.

“Intruksinya sesuai SE bupati agar pasar tradisional ditutup pada hari Jumat, kalau hari-hari biasa buka sampai pukul 10.00 WIB. Namun setelah berembuk dengan paguyuban pasar, penutupan dilakukan secara bergantian,” harap Febi.

Semoga dengan dilakukan penyemprotan, cegah penyebaran virus dan pedangang tidak cemas. Pungkasnya. (MR/Siva Zou)

Admin Metro Rakyat News