oleh

Pemerintah Kabupaten Siak Dan Polres Siak Diminta Atensi Anak Yang Candu Game Online

METRORAKYAT.COM, SIAK – Salah satu efek dari Game Online adalah kecanduan. Kondisi ini dikenal sebagai Gaming Disorder. Seseorang mengalami Gaming Disorder maka ada perubahan fungsional dan struktural dalam sistem syaraf, terutama pada sistem yang mengatur perasaan senang, belajar dan motivasi. Ternyata, perubahan otak yang dialami oleh pecandu game online sama dengan perubahan yang terlihat pada kelainan kecanduan lainnya.

Saat ini pada masa Pandemi Covid-19 dalam bidang pendidikan yang memberlakukan sistem pembelajaran jarak jauh atau dalam jaringan, membuat sejumlah anak-anak bermalas-malasan hingga membuat anak jenuh dan memilih kegiatan bermain game online. Sejumlah tokoh pendidikan ikut mengkritisi kemajuan zaman tekhnologi pada permainan online tersebut, yang berakibat fatal bagi para anak tersebut.

“Marak game online tentu berpengaruh terhadap perkembangan atau perilaku anak anak. Anak-anak jadi kurang kreatif dan kurangnya keinginan belajar sesuai usia dan jenjang pendidikannya. Dampak sosial anak anak bisa terpengaruh pada lingkungan sekitarnya seperti mencuri, kekerasan dalam bergaul, narkoba,d dan lain-lain. Peran pemerintah tentunya sosialisasi dan pengawasan harus ditingkatkan yang melibatkan OPD dan lembaga terkait,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Siak, Wan Idris, Jumat (25/6/2021).

Wan Idris juga berharap peranan orangtua sebagai pengawas terhadap kegiatan si anak.

“Tak kalah pentingnya fungsi kontrol atau pengawasan dan pembinaan orangtua terhadap anaknya. Apalagi dengan kondisi Pandemi Covid-19 saat ini dengan belajar melalui daring/online tentunya anak anak banyak di rumah dan di luar rumah,” ujarnya.

Ditempat terpisah, salah satu warga Kecamatan Tualang, Asnawi menyampaikan agar Pemerintah Kabupaten Siak melakukan sosial kontrol serta pengawasan secara berkala terhadap kegiatan anak-anak khususnya di Kabupaten Siak.

“Peranan Polri dan Pemerintah sangat kita butuhkan dalam hal ini. Hendaknya Pemkab Siak membuat aturan atau tindakan tegas atau sanksi bilamana ada anak-anak kita yang masih tetap menyukai game online. Efeknya sangat bahaya bila kita biarkan, bisa saja generasi kita tergerus dengan permainan semu itu. Maka,sebagai orangtua saya juga ikut mengawasi anak-anak saya agar tidak terlalu candu dengan game online itu,” bebernya.

Asnawi menambahkan, peranan Kepolisian juga diharapkan olehnya sebagai pemegang atau penegak hukum.

“Maksud saya peranan Polri disini adalah bukan memberikan hukuman namun memberikan edukasi secara hukum agar anak-anak ini jauh dari kecanduan game online. Edukasi itu diberikan kepada orangtuanya agar tidak ada upaya pembiaran. Toh jika dilakukan upaya pembiaran maka bisa mengakibatkan anak tersebut mental dan akhlaknya rusak. Seperti tidak mau lagi mengerjakan PR nya atau tidak mau lagi Sholat dan banyak faktor negatif lainnya,” pungkasnya. (REL/MR)

Breaking News