IWO Sibolga-Tapteng Gelar Dialog Kajari Menyapa
METRORAKYAT.COM, SIBOLGA – Ikatan Wartawan Online (IWO) Sibolga-Tapteng pada Selasa (15/06/21) gelar dialog terkait peyuluhan hukum yang bertempat di salah satu Cafe Kopi Muksin di Pusat Kota Sibolga, Sumatera Utara.
Bincang-bincang terkait peyuluhan Hukum serta pemaparan Kinerja Kajari Sibolga berjalan dengan hikmat.
Dalam dialog yang di gelar Ikatan Wartawan Online yang bertajuk “Kajari Menyapa” juga di hadiri beberapa rekan dari Lembaga Suadaya Masyarakat (LSM).
Disesi pemaparan Kajari Sibolga Henri Nenggolan melalui Robinson Sihombing (Kasi Intel) didampingi Togap Silalahi (Kasi Pitsus) serta Lamro Simbolon (Kasi Datun) Kejasaan Negeri Sibolga menjelaskan bahwa, dalam proses pemberantasan Korupsi dan pencegahan kerugiaan Negara, Kejaksaan Negeri Sibolga telah berhasil mengembalikan kerugian Negara dari berbagai aspek sebesar 14 M.
Keberhasilan dalam pencegahan tindak korupsi sangat di apresiasi berbagai pihak. Selain dari pada pencegahan, Kajari Sibolga juga gencar melakukan peyuluhan kepada Pemerintah kedua Daerah, serta mengikat jalinan kerjasama dengan berupa penandatanganan MoU terkait bersih dari jeratan tindak Korupsi.
“Kita sudah melakukan peyuluhan hukum sampai ke Aparat Desa. Hal itu bertujuan agar progaram yang dilaksanakan setiap Instansi bisa berjalan sesuai dengan yang semestinya,” ungkap Kajari Sibolga melalui Kasi Intel Kajari Sibolga.
Lanjutnya, kini kita punya program memberikan pendampingan Hukum kepada masyarakat Sibolga-Tapteng secara gratis.
Disesi terpisah, Ketua IWO Sibolga Tapteng Rommy Pasaribu berharap agar di kemudian hari jalinan kemitraan antara IWO Sibolga Tapteng berjalan dengan kemitraan yang baik.
“Harapannya kedepan agar kegiatan ini bias dilaksanakan sekali sebulan atau sekali per dua bulan atau sekalai per triwulan. Sebab kegiatan ini sangat penting, yang tidak kita ketahu menjadi tahu, dan yang tidak di ketahui rekan Kejaksaan siapa tahu bisa tahu dari kita. Harapannya kedepan, agar membentuk grup WA tekait penyuluhan hukum, tujuannya agar kedepan tidak ada kesalah pahaman dan kita lebih mudah berkoordinasi satu sama lain,” tutupnya. (MR/RM)
