Dorong Kontribusi Retribusi Pasar, Wabup : Kepala Pasar Harus Ngerti Medan Magnet dan Bangun Kekerabatan

Dorong Kontribusi Retribusi Pasar, Wabup : Kepala Pasar Harus Ngerti Medan Magnet dan Bangun Kekerabatan

METRORAKYAT.COM, ANDOOLO – Salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) adalah retribusi daerah. Retribusi pelayanan pasar merupakan bagian dari jenis retribusi daerah.

Retribusi ini merupakan salah satu sumber pembiayaan pembangunan daerah yang diandalkan guna mendukung pelaksanaan otonomi daerah.

Dorong kontribusi dan peningkatan PAD melalui pendapatan retribusi pelayanan pasar di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) tersebut, Wakil Bupati Rasyid S.Sos M.Si didampingi Kadis Perindag Drs Madilaa M.Si mengumpulkan para Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) atau kepala pasar, Jum’at (18/6/2021).

Dalam pertemuan yang berlangsung di lantai II ruang rapat Bupati, Ia menjelaskan maksudnya. Meminta mereka menyampaikan target yang diberikan dan persentase pencapaiannya sekaligus kendala yang dihadapi dilapangan.

Hal itu diminta penjelasannya, karena berkorelasi dengan kinerja penanggung jawab pasar dan besaran setoran yang didapatkan ke kas daerah sesuai target yang ditentukan pemerintah daerah.

“Saya minta penanggung jawab pasar dan Kades persentasekan kondisi pasar dan capaian pendapatan yang diperoleh terkini. Agar kita ketahui tingkat efektifitas dan kontribusi retribusi pasar terhadap retribusi daerah dan PAD,” ucap Wabup Rasyid. dihadapan Kepala UPTD, yang juga di hadiri Kepala Desa terkait.

Dalam rangka meningkatkan efektifitas dan kontribusi terhadap daerah, salah satunya, kata mantan anggota DPRD Provinsi ini, penanggung jawab harus berorientasi dengan target dan memiliki ide, gagasan serta paham medan magnet atau cara meramaikan pasar termasuk bagaimana membangun kekerabatan atau hubungan emosional dengan masyarakat pedagang.

“Dalam mengelola pasar agar realisasi retribusi meningkat, pengelola harus bisa mensimulasikan, mengetahui medan magnet atau cara menarik masyarakat untuk meramaikan pasar, misalnya pengaturan tata letak pedagang ikan dan sayur yang baik dalam lokasi pasar sehingga pembeli ketika berbelanja bisa melewati pedagang lainnya, yang sekaligus meningkatkan pendapatan pedagang tersebut,” tandasnya.

Selain itu, tukas Wabup Rasyid, ketika menghadapi permasalahan terkait lokasi berdagang para penjual, pengelola harus pintar melakukan upaya pendekatan persuasif sekaligus memberikan pemahaman kepada para pedagang agar memanfaatkan sekaligus memaksimalkan fasilitas yang ada.(MR/Edy)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.