oleh

Aktivis Pertanyakan Pasar Belum Dibangun, Plt Kadis Perdagangan : Semua Butuh Proses

METRORAKYAT.COM,KENDAL – Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kendal Alfebian Yolando, menanggapi perihal belum dilakukan nya pelaksanaan pembangunan pasar weleri 1 pada salah satu aktivis Muda Di kecamatan Weleri.

Dikatakannya,saat yang itu sudah diresmikan, yang rencana dibangun di terminal bahurekso berada di Desa Jenarsari, Kamis (17/6) Groundbreaking atau peletakan batu pertama oleh Bupati Kendal Dico Ganinduto sudah dilakukan seminggu yang lalu,namun belum dilakukan.

Febi menegaskan,pelaksanaan pembangunan pasar sementara weleri 1 ini tak serta merta saat peletakan Batu secara resmi langsung di bangun.

“Pembanguan apapun butuh proses,ada yang enam bulan bahkan sampai satu tahun proses pengangaran,”ungkapnya.

Perlu diketahui bersama, Tugas dan wewenang pejabat pembuatan komitmen (PPK) itu butuh proses karena berkaitan dengan keuangan Negara dan tidak serta merta kami langsung melaksanakan pembangunan.

Hal itu tertuang, berdasarkan Pasal 13 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 190/PMK.05/2012 ” tentang Tata Cara Pembayaran dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara,” bahwa dalam melakukan tindakan yang dapat mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja negara, PPK memiliki tugas dan wewenang dengan 12 tanggung jawab.

Pasalnya proses lelang sedang berlangsung dan belum ada tandatangan kontrak dimulainya pekerjaan.imbuh febri saat ditemui Ruang Kerja kepada awak media. Rabu, (16/6/2021).

” Ini bukan sulap, semua pekerjaan ada prosesnya, saat ini masih proses hari ini baru ditandatangani dan proses pekerjaan baru dimulai senin depan,”imbuh Febi panggilan akrabnya.

Pihaknya menyayangkan beberapa aktifis LSM termasuk salah satunya tokoh pemuda Weleri Kuswanto yang langsung mengatakan kenapa pekerjaan tidak juga dilaksanakan. Hendaknya semua pihak mengerti jika semua harus berproses mulai dari lelang hingga ada tanda tangan kontrak kerjasama.

“Kalau tidak mengerti soal alur proyek jangan langsung mengatakan tidak ada pekerjaan karena saat ini memang belum dilaksanakan, justru salah jika kami memulai pekerjaan karena secara administrasi penyedia jasa atau pemenang tender belum melakukan tandatangan kontrak kerja dengan Pengguna Anggaran dalam hal ini kami Dinas Perdagangan,”lanjutnya.

Dua bulan yang ditargetkan dihitung mulai tandatangan kontrak bukan dari Groundbreaking.

Pihaknya selaku pengguna anggaran harus berhati-hati agar nantinya tidak ada kesalahan dalam pekerjaan. Jika aktifis LSM merasa ada yang ditanyakan terkait proses pembangunan pasar sementara atau yang lain sebaiknya berkirim surat secara resmi.pungkas Febi.

Dikatakan, Pemkab Kendal selama ini sudah melangkah dengan mengajukan anggaran pembangunan kembali pasar Weleri 1 ke pemprov Jawa tengah dan mengajukan ke kementerian, namun belum terealisasi. Oleh karena itu, pembangunan pasar sementara tersebut solusi awali menampung pedagang yang sudah terdata.

“Mohon bersabar dan semoga pasar sementara nantinya bisa tertata rapi paska kebakaran yang menimpa beberapa bulan lalu,”pungkas Febi.(mr//siva zou)

Breaking News