Putri Pakpak, Sahari Sinamo Juara Ajang Virtual World Masters Weighlifting Championship 2021

Putri Pakpak, Sahari Sinamo Juara Ajang Virtual World Masters Weighlifting Championship 2021

METRORAKYAT.COM, SALAK – Sahari Sinamo Thatcher, Putri Pakpak, Dairi, Sumatera Utara berhasil menjuarai kejuaraan Virtual World Masters Weightlifting Championship 2021, untuk kategori kelas 45 kg umur 50 – 54 tahun dan sebagai satu-satunya wakil dari Indonesia dalam Atlet Angkat Besi (Lifter).

Menurut penuturan via telpon kepada Suprianda Ruru – KUAI KBRI Pretoria yang diliput Indonews.id, Sari infokan bahwa dalam pertandingan tersebut dia tidak hanya mendapatkan medali Emas namun juga mendapatkan 3 World Records Unofficially. Kejuaraan yang berlangsung dari tanggal 24 hingga 29 Mei 2021 diikuti Sari secara virtual dari kota tempat tinggalnya di Nelspruit, Mpumalanga, Afrika Selatan merupakan Kejuaraan yang bekerjasama dengan USA Weightlifting Federation yang diikuti 900 peserta dari 62 Negara.

Prestasi ini merupakan pencapaian kerja kerasnya selama latihan disaat pandemi Covid-19 melanda.  Pada tahun 2019 Sari mampu memecahkan rekor dunia angkat besi di kelas umur yang sama untuk kategori Masters 48 kg yang diselenggarakan di Montreal Kanada. Tidak hanya itu selama tahun 2019 dan 2020 dua kali Sari meraih penghargaan sebagai best Female Lifter dari South Africa Master Weigtlifting Federation (SAMWF). Sari bangga dengan prestasinya tersebut karena merupakan hadiah yang paling berharga untuk Indonesia pada saat meyambut HUT RI ke-76, sebagai warga Indonesia dapat mengibarkan bendera merah putih dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya di mata dunia.

Di kalangan pers olahraga Afrika Selatan nama Sahari Sinamo Thatcher (Sari) sudah tidak asing lagi di olahraga angkat besi karena sering menangkan kejuaraan dan penghargaan angkat besi, sehingga kalangan pers di Afrika Selatan menjulukinya sebagai ‘Dynamite In Small Packages’ atau ‘kecil-kecil cabe rawit’.

Lebih lanjut untuk kedepan Sari masih harapkan dukungan dari pemerintah Indonesia khususnya Kemenpora dan organisasi PABSI, mengingat beliau masih pemegang paspor Indonesia, serta aktif dan telah berkali-kali ikut serta dalam berbagai kejuaraan dunia yang dirintisnya sejak tahun 2018 di Barcelona yang saat itu meraih medali perak dan bahkan rekor dunia pernah ia pecahkan di Masters World Championship di Kanada Agustus tahun 2019. Sari selaku Masters angkat besi dan menikah dan tinggal sudah 8 tahun di Afrika Selatan, namun jiwa dan nasionalisme tetap Indonesia.(MR/Jan/Indonews.id)

Admin Metro Rakyat News