OPS Luncurkan Pencak Silat Untuk Melestarikan Budaya Leluhur

OPS Luncurkan Pencak Silat Untuk Melestarikan Budaya Leluhur
Bagikan

METRORAKYAT.COM, GUNUNG SITOLI – Pencak silat merupakan seni bela diri yang berasal dari Indonesia dan juga budaya leluhur. Kemahiran melakukan olahraga ini harus ditunjang penguasaan teknik dasar pencak silat yang baik. Gerakan pencak silat bervariasi dan terdiri dari kombinasi antara pukulan, tendangan dan pengetahuan tentang bagian terlemah pada tubuh manusia.

Pendiri Organisasi Persaudaraan Silat (OPS) Gunungsitoli idanoi di Gunungsitoli Yuniwaris Bate’e kepada wartawan menjelaskan bahwa, pencak silat ini merupakan warisan leluruh kita, maka dengan itu, mari kita terus melestarikanya dan menggunakannya ke hal yang positif. Tak hanya sebagai seni bela diri, pencak silat juga bermanfaat sebagai olahraga untuk meningkatkan kekuatan imun tubuh apalagi dalam padami covid-19 yang saat ini. 

Dijelaskanya, pertahanan yang digunakan dalam pencak silat adalah tangan, kaki, tumit, siku, jari-jari serta kepala. Gerakan pertahanan yang umum dikenal dalam pencak silat seperti kuncian, lepasan, sikutan, tendangan hingga serangan menggunakan lutut.

Ia juga berharap, Agar pemerintah Kota Gunungsitoli dan juga seluruh elemen masyarakat mendukung kami dalam kegiatan pencak silat ini agar generasi muda kepulauan Nias tidak melupakan budaya leluhur kita.

Di tempat yang sama, Ketua OPS Wartinus Bate’e mengatakan, dirinya berharap kegiatan pencak silat ini yang telah di bentuk dapat berkelanjutan dan juga tidak disalahgunakan ke hal yang negatif.

Menurut dia, organisasi ini tidak hanya untuk kegiatan pencak silat, tentunya dengan adanya organisasi ini dapat menjadi pemersatu kita semua untuk menjalin kebersamaan dan kekompakan satu sama lain.

Hal senada juga di sampaikan Likari Laoli (Guru Tuo), Agar seluruh anggota yang telah mendaftarkan diri bersungguh-sungguh belajar dan taat dengan aturan.

“Kepada seluruh adek-adek kami baik pria maupun wanita yang ingin mau bergabung untuk belajar pencak silat dalam melestarikan budaya leluhur kita di kepulauan Nias kami akan siap mengajarkanya dan terbuka untuk umum, namun tetap mematuhi aturan yang telah di berlakukan,”kata Likari Laoli.(MR/Kris)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.