Niat Beli Sepeda Motor di Marketplace Facebook, Pria ini Ditipu Hingga Rp.14,5 Juta dan Pelakunya Terus Minta Dikirimi Uang

Niat Beli Sepeda Motor di Marketplace Facebook, Pria ini Ditipu Hingga Rp.14,5 Juta dan Pelakunya Terus Minta Dikirimi Uang

METRORAKYAT.COM, DELI SERDANG – Seorang warga Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Nuryadi (30) ditipu oleh orang tidak dikenal. Berawal dari niatnya yang ingin membeli sepeda motor, kemudian ia melihat marketplace di Facebook untuk wilayah Sumatera Utara.

Dikatakannya, saat melihat Facebook, Rabu (19/5/2021) malam, Nuryadi menemukan salah satu situs jual beli online bernama Istana Makmur Motor Pusat yang beralamatkan di Jalan HOS Cokroaminoto No.11a, RT.002/RW009, Larangan, Kec. Larangan, Kota Tangerang Banten.

“Saya lihat disitu ada tertera nomor WhatsApp 083151349216 bernama Arjun. Saya merasa tertarik karena harga sepeda motor second merk Yamaha R15 yang dia jual di online harganya Rp.7.500.000 (Tujuh juta lima ratus ribu rupiah). Setelah itu, saya chat dan tanya dimana lokasinya. Kemudian, kami saling berbalas pesan,” sebutnya.

Sebelum terjadi transaksi pengiriman uang, Nuryadi sempat disuruh mengisi formulir untuk pemesanan sepeda motor yang akan dibelinya dan melalui pesan WhatsApp Arjun mengirimkan cara pemesanannya yang bertuliskan :

*PROSEDUR CARA PEMBELIAN LUAR PROVINSI,KOTA*

“Jika Mas Minat Serius Saya Bisa Kirim Motor Nya ke Alamat Anda Melalui Jasa Cargo Dakota Esprex/ Indah Cargo Di Jamin Motor Nya Sampai Ke Alamat Anda Paling Lambat 2 sampai 3 Hari.

Cara Pembayaran Nya Sesuai Prosedur Yg Kami Jalankan Motor Nya Saya Kirim Ke Alamat Anda Setelah Mas Kirim Dp Tanda Jadi 1.000.000 Dari Harga Motor Setelah Motor Nya Sampai Mas Lunasin Sisanya. 

Setelah Pembayaran Dp Sudah Kami Terima Motor Langsung Di Urus Surat2nya Sekalian Mutasi Balik Nama Semua Dan Di Kirim Ke Alamatnya Tujuannya Setelah Motornya Terkirim Saya Kirimkan Semua Buktinya Resi Pengiriman Sama Foto Surat2nya Yang Sudah Di Mutasi Balik Nama Anda.

Pada Rabu (19/5/2021) malam itu juga, Nuryadi langsung pamit kepada ibunya dan pergi ke BRI Link untuk transfer tunai ke nomor rekening Bank BRI : 0221-01-013493-53-7 atas nama Nursia.

“Saya disuruh Arjun untuk segera transfer uang ke nomor rekening itu. Karena ada uang cash, jadi saya cari tempat yang bisa transfer uang tunai malam itu juga,” katanya.

Menurut pengakuan ibunya, Sugiati (50), pada Rabu (19/5/2021) malam itu, anaknya (Nuryadi) tampak tergesah-gesah keluar rumah untuk mentransferkan uang yang diminta oleh orang yang tidak dikenal itu.

“Saya nggak ngerti kenapa waktu itu anak saya mendesak minta uang menjelang tengah malam. Karena dia terus mendesak, saya berikan uang itu. Setelah anak saya pergi bersama adiknya, saya sempat bertanya-tanya dalam hati. Itu benar atau tidak benar. Saya kan juga takut kalau anak saya tertipu. Tapi, yang anehnya, anak saya kok nurut saja apa yang dibilang si Arjun itu,” ungkapnya.

Kepada tim Metrorakyat.com dilokasi, Minggu (23/5/2021) Nuryadi mengaku sudah mentransferkan uangnya sebanyak 7 (tujuh) kali ke nomor Rek Bank BRI : 0221-01-013493-53-7 atas nama Nursia. Bukti transferannya sebagai berikut:

1. Hari pertama pemesanan, Rabu (19/5/2021) malam sekitar pukul 22.59 WIB, Nuryadi mentransfer uang Rp.1.000.000 (satu juta rupiah) sebagai tanda jadi pemesanan sepeda motor.

2. Pada hari Jum’at (21/5/2021), Arjun meminta Nuryadi untuk mentransfer uang. Pada pukul 07.20 WIB ditransfer Rp.1.000.000,-, pukul 07.58 WIB ditransfer Rp.2.500.000,-, pada pukul 09.24 WIB ditransfer Rp.3.000.000,-, pada pukul 13.48 WIB ditransfer Rp.2.500.000,-, pada pukul 18.21 WIB ditransfer Rp.2.500.000,-, pada pukul 19.55 WIB ditransfer Rp.2.000.000,- dan total keseluruhan dari uang yang ditransfer adalah Rp.14.500.000,-. Jumlah uang yang ditransfer sudah lebih dari harga kendaraan yang dijual, namun Arjun tidak mengirimkan bukti surat-surat kendaraan seperti BPKB dan STNK kepada Nuryadi.

Sebelum kendaraan yang dipesan tiba, pada hari Kamis (20/5/2021) Nuryadi dijanjikan oleh Arjun yang mengaku sebagai pihak leasing yang tak disebutkan dari leasing mana dia berasal, jika sepeda motor yang dipesannya sudah dikemas dan siap dikirim melalui jasa Cargo Dakota Esprex/Indah Cargo yang nantinya mendarat di bandara Kualanamu. Nuryadi menjelaskan, pada hari Jum’at (21/5/2021) seseorang yang mengaku sebagai petugas cargo bandara Kualanamu yang tidak diketahui namanya menggunakan nomor +6283135494375 menelpon dan memberitahukan bahwa kendaraan yang dipesan sudah tiba di Kualanamu. Namun, kejanggalan pun terjadi saat Sabtu (22/5/2021) sepeda motor yang dipesannya tak dikirimkan ke alamat rumah Nuryadi.

“Dibilang sama petugas Cargo bandara itu kalau kendaraan yang saya pesan sudah ada di bandara, tapi petugas itu bilang tidak bisa langsung diantar ke rumah karena sepeda motor yang saya pesan ada di Samsat daerah Tanjung Morawa, saya juga dimintanya mengirim uang lagi sebanyak Rp.3000.000 untuk mengambil kendaraan yang ada di Samsat dan pada hari Minggu terjadi negosisasi, sebab Arjun dan seorang oknum yang mengaku sebagai petugas Dirlantas Poldasu bernama Valentino dengan nomor telepon 0815 256 9400 meminta saya transfer uang Rp.2.000.000 saja untuk mengambil motor second yang saya pesan. Kemudian seseorang yang mengaku-ngaku menjabat di Dirlantas Poldasu itu terus menelpon dan menakut-nakuti saya. Bukan itu saja, untuk mencari uang Rp.2 juta itu saya disuruh gadaikan STNK atau BPKB kendaraan saya,” terangnya.

Lebih lanjut, awak media yang penasaran pun menelpon 3 nomor telepon yang disebutkan Nuryadi dan alhasil, kendaraan yang dipesan oleh Nuryadi pun tidak dapat dilihat di tempat yang sudah dimaksud oleh oknum yang mengaku sebagai petugas Cargo bandara itu.

“Yang dikirim oleh seseorang yang mengaku sebagai pihak leasing bernama Arjun tersebut hanya foto pilihan warna kendaraan merk Yamaha R15 warna hitam dan biru hitam, foto-foto STNK dan BPKB, situasi foto di Samsat yang tidak diketahui lokasinya, foto kendaraan yang sudah dikemas untuk dikirimkan. Saat saya telpon mereka diduga orang-orang yang melakukan tindakan penipuan dengan memanfaatkan nama pejabat di sebuah instansi,” pungkas AJ seorang Wartawan yang merupakan adik sepupu Nuryadi.

Hingga berita ini diterbitkan, ketiga nomor telepon yang digunakan oleh diduga para pelaku kejahatan itu masih aktif dan masih melancarkan aksinya di media sosial dengan mencari korban-korban penipuan berikutnya. (MR/Tim)

Admin Metro Rakyat News