Gawat.! Diduga Uang Hasil Jualan Narkoba Dipakai di Lapas Untuk Shalat Jum’at dan Lainnya
METRORAKYAT.COM, LHOKSEUMAWE – Diduga peredaran Narkoba jenis sabu di dalam lapas Kls IIA Lhokseumawe marak dan bebas. Barang haram tersebut di dalam lapas di kendalikan oleh bos napi di sebut – sebut preman yang paling arogan dan paling ditakuti oleh Kepala Lapas Kls IIA Lhokseumawe, Nawawi.
Diduga diam dan takutnya Kalapas terhadap bos napi bernama Fadli alias Reder karena telah mendapat setoran (upeti) dari bos bandar sabu tersebut.
“Ini sudah rahasia umum. Seluruh petugas lapas tidak bisa berbuat apa-apa melihat kelakuan praktenisasi yang sudah melanggar SOP,” sebut nara sumber yang layak di percaya dalam Kemenkumham Sabtu ,(29/05/2921).
Sebut narasumber lagi, hasil uang dari peredaran sabu oleh Fadli alias Reder dan kawan – kawannya di lapas juga diduga dipakai untuk hal lainya seperti membayar honor Khatib Jum’at, perbaikan mesin air rusak (Dap), membeli lampu tali wayer Musalla, membeli sajadah, dan membeli kitab dan lainya.
Parah nya lagi, sambung nara sumber, Kalapas Nawawi, selaku Kalapas mengambil uang untuk air isi ulang dari koperasi yang mana mencapai ratusan juta rupiah, padahal uang itu untuk kas koperasi pengayom Lapas Lhokseumawe.
Bukan itu saja biaya pengawalan napi pindah sekali bawa meminta uang Rp.20 juta. Seperti napi yang pindah ke Lapas Blang Pidie dan ke Lapas lain nya.
“Tidak hanya sampai di situ, uang beras napi, uang Bama juga habis untuk kepentingan pribadi kalapas dan para kasi – kasi nya,’ ujarnya.
Sambung dia lagi, selama ini diduga Nawawi telah melakukan manipulasi data terkait seluruh laporan keuangan kantor yang dikirimkan ke Jakarta.
Padahal angggaran kantor sangat banyak untuk kelancaran pembinaan bagi napi pertahun mencapai milyaran rupiah dan di sulap rame – rame dengan Kasi – kasi dan Kasubsi.
“Tidak pernah di bagikan untuk pegawai yang tidak ada jabatan seperti yang piket penjagaan di lapangan. Hanya gaji saja yang dinikmati oleh pengawai dan anggota bawahan sehingga di anggap kepemimpinan Kalapas Kls IIA Lhokseumawe, Nawawi seperti penjajah,” sebut narasumber Kemkumham itu kesal kepada awak media.
Untuk mendapatkan tanggapan dari Kalapas Kls IIA Lhokseumawe Nawawi media ini melakukan konfirmasi melalui seluler WhatsApp beberapa kali di hubungi dengan nada dering yang bersangkutan tidak mengangkat.
” Kemudian media ini meminta tanggapan lewat pesan WhatsApp yang bersangkutan membalas dengan mengatakan, mohon maaf pak saya lagi nyetir dijalan makasih banyak, tulis Nawawi yang dikirimkan.
Namun sampai berita ini sampai keredaksi, Kalapas Kls IIA Lhokseumawe Nawawi belum memberikan tanggapan terkait yang di konfirmasi oleh media ini. (MR/DANTON)
