OJK Gelar Webinar: Ajak Masyarakat Bijak Terhadap Keuangan
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Kantor Regional 5 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Bagian Utara (KR5 OJK Sumbagut) menggelar Webinar Series Edukasi Keuangan secara virtual yang berkelanjutan “BOBBA MASSAL : Bareng OJK Bincang Melek Finansial”.
Webinar yang digekar sebagai peningkatan literasi keuangan serta perlindungan konsumen di wilayah Sumut, merupakan amanat Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia yang diluncurkan Presiden Republik Indonesia. Acara perdana itu berlangsung Senin (19/4/2021)
dengan thema ‘Gajian Masih Besok, Belanja Sudah Mentok’ dengan edukasi mengenai pengelolaan keuangan.
Kegiatan dibuka Kepala OJK KR 5 Sumbagut Yusup Ansori yang menghadirkan narasumber Oscar Hutagaol selaku Regional Consumer Banking Head dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Wiayah Medan (BRI) dan Prita Ghozie selaku Chief Executive Officer (CEO) ZAP Finance.
Peserta Webinar sebanyak 928 orang peserta terdiri dari mahasiswa, Aparatur Sipil Negara (ASN), wirausaha dan masyarakat.
Pada sesisi kegiatan awal dari BRI memberikan pemaparan terkait Pemuda Paham Literasi Keuangan dan Prita Ghozie selaku Financial Planner bersertifikasi ‘berjudul Financial Planning 101’.
Sementara sambutan, Yusup Ansori berharap seluruh rangkaian acara webinar series dapat diikuti dengan baik sehingga masyarakat akan dapat memahami hal-hal dasar terkait literasi keuangan seperti: bagaimana mengelola pengeluaran dan pemasukan secara ideal, apa itu suku bunga efektif, berapa beban cicilan yang ideal agar tidak mengganggu keuangan, bagaimana menentukan asuransi apa yang sesuai dengan kebutuhan, hingga bagaimana cara yang ideal menempatkan investasi kita.
OJK terus mengintensifkan sosialisasi dan edukasi masyarakat mengenai industri jasa keuangan yang terdaftar dan diawasi oleh OJK sebagai bentuk peran OJK untuk perlindungan konsumen dan masyarakat.
Harapannya, tingkat literasi keuangan masyarakat semakin meningkat dimana konsumen dapat memahami dengan baik fitur manfaat, risiko, hak dan kewajiban produk dan jasa keuangan, yang membentuk sikap dan perilaku keuangan konsumen yang bijak serta mendukung peningkatan market confidence dan stabilitas sistem keuangan nasional. (MR/156)


