Dualisme Kepemimpinan BKSG Karimun Gagal Dlebur

Dualisme Kepemimpinan BKSG Karimun Gagal Dlebur
Bagikan

METRORAKYAT.COM, KARIMUN – Suatu organisasi yang membawahi seluruh denominasi gereja di kabupaten karimun yakni BKSG (Badan Kerja Sama Gereja) sampai saat ini masih dualisme kepemimpinan. BKSG yang lama dinakhodai oleh Pdt AP, dan BKSG yang baru terbentuk lima tahun yang silam dinakhodai Pdt Lumban Tobing.

Setelah kurang lebih lima tahun berjalannya dualisme kepemimpinan BKSG dikarimun, situasi didalam kedua organisasi tersebut sempat mendapatkan kabar gembira, yakni adanya rencana baik dari kedua kubu tersebut untuk move on, dan menyatukan kedua organisasi tersebut. Rencana itupun seakan membuahkan hasil yang menggembirakan bagi seluruh warga karimun khususnya umat kristen yang ada dikabupaten karimun, nin setelah diadakannya rapat pada awal bulan april 2021, bertempat di gereja Pdt Despen Sinaga, kedua kubu tersebut drastis gagal untuk membuat kesepahaman untuk bersatu.

BKSG Versi Pdt AP, mengharapkan adanya move on dari kubu Pdt L Tobing, namin setelah dipertanyakan tentang kesiapan BKSG Versi Pdt L Tobing, beliau menjawab, dia tidak bisa mewakili beberapa gereja yang masuk didalam BKSG yang saya pimpin, yang notabenenya sebahagian dari mereka tidak hadir saat ini.

“Jikalau mau bersatu silahkan undang mereka untuk dapat hadir. Itu jawaban saya, “ujarnya.

Menyambut narasi Pdt L Tobing, Pdt Ober Tampubolon mengatakan dengan tegas, ketidak hadiran beberapa pendeta mewakili gereja saat ini jangan dijadikan sebagai alasan untuk tidak bisa bersatu.

“Supaya rapat ini menghasilkan keputusan yang baik, (disatukan-red). Jika masih menunggu sampai 100% hadir dari kubu Pdt L Tobing, itu tidak bisa kita pastikan. Saya juga bersama pendeta yang lain yang bergabung didalam kubu Pdt L Tobing, akan hengkang, dan bergabung ke BKSG versi Pdt AP,”ujarnya.

Mengingat tidak adanya kemungkinan untuk diadakannya kesepakatan untuk bergabung, maka Pdt AP sebagai pimpinan rapat, menunda rencana penggabungan kedua kubu tersebut, sembari mencari solusi yang lain, untuk dapat diadakannya kembali rapat. Acara tersebut, diakhiri dengan doa sembari berjabat tangan dambil mengangkat lagu pujian, berjudul “Tuhan satukan kami”. (MR/Lamhot)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.