Bukber Dengan Mahasiswa dan Alumni, Sekolah Tinggi Unik di Kota Medan Miliki Mahasiswa Berbagai Profesi

Bukber Dengan Mahasiswa dan Alumni, Sekolah Tinggi Unik di Kota Medan Miliki Mahasiswa Berbagai Profesi
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Dalam rangka menjalankan silaturahmi dengan Dosen, Mahasiswa/i dan alumni hingga staf, Yayasan Pendidikan Graha Kirana (YPGK), STIEGK dan STIHGK mengadakan acara buka bersama (bukber) di ruang baru di Ruang Student Hall Kampus Graha Kirana, Jalan Kirana Raya No.20 – 22, Kota Medan, Kamis (22/4/2021).

Pada kesempatan ini, turut hadir Pendiri Yayasan YPGK, Prof. Dr. H. M. Arif Nasution, M.A., Pembina Yayasan, M. Yusuf Fadlullah Hafidz Nasution, Dosen hingga pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). 

Sembari menunggu tibanya waktu berbuka puasa, Pembina Yayasan, M. Yusuf Fadlullah Hafidz Nasution juga melakukan sosialisasi bahwa, Yayasan yang saat ini diketuai oleh H. Palacheta Subies Subianto, BA., M.Sc. ini telah memberikan warna dan suasana baru pada kampus Graha Kirana, baik dengan mengubah lambang sekaligus membuat Student Hall yang lebih nyaman untuk digunakan sivitas akademika STIEGK dan STIHGK untuk berkreasi.

“Atas nama Yayasan, terimakasih untuk kehadirannya. Selain bukber, kami ingin sharing dan menyampaikan kembali niatan kami, mungkin memberi sedikit informasi bahwa saat ini kampus kita ini sudah memiliki wajah yang lebih segar, lebih modern, namun masih tetap memegang teguh prinsip yang ada,” katanya.

Pria yang akrab disapa Hafidz ini mengatakan, dalam waktu setahun terakhir ini YPGK  telah menjalin hubungan kerjasama dari berbagai pihak untuk dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi yang sedang dilaksanakan saat ini.

“Bagi rekan-rekan Mahasiswa/i dan Dosen juga kami harapkan dapat merasakan langsung manfaat dari jalinan kerjasama yang terus dibangun serta juga diharapkan dapat mendukung serta meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian maupun pengabdian masyarakat. Renovasi dan perubahan fungsi ruangan menjadi Student Hall ini diharapkan menjadi fasilitas/infrastruktur pendukung pelaksanaan tridharma perguruan tinggi di lingkungan kampus,” jelasnya.

Lebih lanjut, anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Medan ini juga memperkenalkan beberapa tamu undangan bukber, seperti Perwakilan Kepala Bursa Efek Indonesia Provinsi Sumut, perwakilan BPC HIPMI Kota Medan, serta mitra kerjasama lainnya dari sektor swasta.

Terpisah dari itu, seorang Dosen YPGK yang mewakili ilmu hukum dan ekonomi, Bapak Yusri, S.H., M.Si., juga menyampaikan keinginannya agar Graha Kirana dapat menjadi kampus yang dapat dikenal kembali.

“Kita memiliki beberapa keunggulan di Graha Kirana, namun keunggulan itu belum terblow up secara maksimal, terutama di bidang pengelolaan sampah, sebab kita sudah cukup dipercaya oleh mitra kerjasama dari Jepang juga, namun akan kita coba kembali menampilkan keunggulan tersebut sehingga nama kampus kita dapat lebih dikenal masyarakat. Saat ini, kita sudah melakukan beberapa kegiatan yang sudah terintegrasi antara tiga bidang prodi, yaitu prodi akuntansi, prodi manajemen dan prodi hukum.

Sambung Yusri, jadi, sudah kita buat prakteknya di satu Desa, yaitu Desa Saentis (Sumatera Utara-red). Nantinya akan kita kembangkan, seperti dari sisi pengelolaan sampah. Selain itu, saat ini kami juga bekerjasama dengan Kebun Madu Efi yang ada di Kabanjahe, Siosar, Sumatera Utara dalam rangka mendorong kegiatan pengabdian masyarakat maupun pengembangan UMKM/BUMDES, yang akan dilakukan melalui kegiatan pengabdian dalam suatu konsep yang mencakup aspek ekonomi, aspek hukum serta mengkolaborasikan potensi-potensi di dalam masyarakat itu sendiri.

“Karena memang selama ini di Desa itu diwajibkan membuat Perdesdan mereka harus membuat perjanjian-perjanjian kerjasama dengan berbagai macam pihak. Tetapi disitulah kelemahan mereka dan harus ada juga aspek hukum untuk mengawalnya. Semoga apa yang kita harapkan kedepannya dapat terwujud dengan programhprogram inggulan itu,” ungkapnya.

Melengkapi kata sambutan, Ketua BEM YPGK, Dofu memyampaikan rasa kagumnya atas upaya untuk mengubah dan memberikan warna baru di dalam lingkungan YPGK. Ada lambang buku, bintang dan jalinan pita yang memiliki makna keseluruhan terkait dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan yang merupakan sumber utama dalam menciptakan masyarakat yang cerdas dan sejahtera, berasaskan kekeluargaan dan berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 serta cita-cita mulia yang berdasar pada keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tidak hanya itu saja, ia juga mengajak Mahasiswa/i untuk bersatu padu dalam hal membesarkan Graha Kirana.

“Sebentar lagi ada penerimaan Mahasiswa/i baru, hukum dan ekonomi. Saya bangga dengan Graha Kirana ini karena sejajar dengan yang ada di Sumatera Utara. Tak banyak yang saya sampaikan, titip salam kami untuk para Dosen untuk membimbing kami mahasiswa, agar kami dapat berorganisasi yang baik,” harapnya.

Saat ini, tambah Dofu, di usia BEM Graha Kirana yang masih seumur jagung ini, kami ucapkan terimakasih kepada Pembina Yayasan Graha Kirana yang telah memberikan kontribusi terbentuknya BEM.

“Terimakasih juga untuk ruangan barunya yang sudah disediakan untuk Mahasiswa hukum dan ekonomi. Semoga kita dapat memanfaatkan ruangan yang sudah disediakan untuk hal-hal yang positif, khususnya bagi Mahasiswa hukum dan ekonomi,” cetusnya.

Usai Bukber, Pembina YPGK Ajak Mahasiswa/I Berpegang Teguh Pada Prinsip

Sebagai Pembina Yayasan, M. Yusuf Fadlullah Hafidz Nasution mengajak seluruh mahasiswa/i Graha Kirana agar tetap berpegang teguh pada prinsip, bahwa kita ada untuk masyarakat, kita berada ditengah masyarakat dan kita berbuat untuk masyarakat.

“Saya ingin kedepannya, manfaat yang dirasakan oleh masyarakat itu nyata. Yaitu dengan cara kolaborasi antara dosen, mahasiswa dan juga pemangku kepentingan lainnya. Tadi juga ada beberapa teman-teman yang kita undang dari berbagai macam kalangan, seperti dari Bursa Efek, beberapa perusahaan yang fokus di teknologi ramah lingkungan.  Mereka sangat antusias karena ini mereka juga banyak program yang memiliki manfaat positif untuk masyarakat jika dijalankan,” terangnya.

Jadi, sambung Hafidz, peranan perguruan tinggi itu harus tinggi untuk menjembatani semua potensi yang ada dalam masyarakat.

“Seperti tadi yang kita buat, lambang baru supaya kita buat wajah yang lebih fresh (segar), lebih milenial dan lebih four point o (4.0), gitu ya. Meskipun kita belum boleh kuliah tatap muka karena pandemi Covid-19 ini, tapi dengan telah selesainya renovasi, Student Hall ini kita harapkan dapat menjadi tempat bagi kita semua untuk bertemu kembali dan berkreasi. Namun perlu diingat, harus tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) yang ketat,” paparnya.

Ia menyebutkan, kedepannya nanti banyak mahasiswa yang lulusan SMA ataupun sudah kerja tapi belum mendapatkan gelar sarjana dapat melanjutkan pendidikan di YPGK.

“Silahkan datang. Disini tempatnya kita berkembang sama-sama untuk kepentingan sama-sama, karena kita semua basicnya adalah bagian dari masyarakat,” pesannya.

Dengan adanya BEM di YPGK, Hafidz berharap agar BEM yang sudah terbentuk harusnya bisa mengeksplore dirinya.

“Uniknya di Graha Kirana itu, mahasiswa yang sudah datang dan kawan-kawan mahasiswa ini sudah datang dengan berbagai latar belakang yang unik juga. Sudah ada yang jadi Wartawan, Aktivis, mungkin memiliki usaha sendiri dan backgroundnya berbagai macam. Jadi,  keunikan tersebut sebetulnya dapat dikonsep menjadi suatu kegiatan mahasiswa yang nyata, dimana Mahasiswa dapat mendiskusikan berbagai isu atau pemikiran dan berbagai tindak lanjutnya. Dalam forum tersebut, diharapkan Dosen juga bisa mendapat input sehingga menjadi bentuk pembelajaran dari segala tingkatan. Karena pada hakikatnya belajar itu tidak mengenal batas. Kita mencoba meramu itu jadi satu padanan aplikatif dan real, gitu,” pungkasnya. (MR/Siti)

Admin Metro Rakyat News