BSI akan Berkolaborasi Baznas Kumpulkan Zakat

BSI akan Berkolaborasi Baznas Kumpulkan Zakat
Bagikan

METRORAKYAT.COM, JAKARTA – Optimalisasi guna pengumpulan serta penyaluran zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) terus dilakukan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk. Dengan dukungan yang diberikan selama potensi ZISWAF cukup besar di Indonesia belum dimanfaatkan secara maksimal.

Direktur Utama (Dirut) BSI Hery Gunardi menyampaikan berdasarkan data Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), tahun 2020 kemarin dengan total dana ZISWAF terkumpul mencapai Rp12,5 triliun, tumbuh dari jumlah tahun 2019 sebesar Rp10,6 triliun. Dan tahun 2021 jumlah diestimasi di perkirakan naik sebesar Rp19,77 triliun.   

“Meski pengumpulan mengalami peningkatan setiap tahun, namun jumlah ZISWAF yang terakumulasi belum seberapa jika dibanding potensi yang harus di capai Rp327,6 triliun,” ucapnya.

Disampaikan Hery, potensi ZISWAF di Indonesia diperkirakan lebih dari Rp300 triliun dan apabila bisa dimobilisasi secara baik dan benar maka dapat menjadi salah satu sumber dana pembiayaan umat sekaligus untuk pembangunan, baik dari sisi menyalurkan beasiswa pendidikan, membangun community development, dana CSR lainnya.     

Potensi cukup luar biasa besar ini harus bisa digarap. Sebagai bagian dari ekosistem zakat, BSI memainkan peran penting untuk pengelolaan ZISWAF yang reliable dan transparan.  “BSI akan berkolaborasi dengan Baznas untuk mengumpulkan zakat dan menyebarkannya, terang Hery Gunardi melalui virtual zoom, Jumat (30/4/2021).

Atas kerjasama BSI bersama Baznas, menurut Hery, berharap dapat mempercepat pertumbuhan pengumpulan maupun penyaluran ZISWAF nasional. Melalui kerjasama dengan organisasi pengelola zakat, pemerintah, dan sejumlah asosiasi, BSI memposisikan diri sebagai mitra transaksi dan pemberdayaan masyarakat yang diandalkan untuk pengumpulan ZISWAF.

BSI merupakan pilihan masyarakat dalam menyalurkan ZISWAF secara instan dengan layanan pada platform BSI Mobile. Per Maret lalu, ada sekitar Rp3,26 miliar dana ZISWAF yang terkumpul secara aplikasi BSI Mobile. Jumlah sumbangan yang berasal dari 99 ribu donatur dengan jumlah total transaksi mencapai 303 ribu pada periode tersebut.   

Selain mengandalkan layanan pengumpulan ZISWAF lewat platform mobile, BSI saat ini telah bekerjasama dengan Baznas untuk pengembangan pengelolaan ZISWAF. Kerjasama berjalan sejauh ini adalah penggunaan kartu Co-Brand Tap Cash IB Hasanah, pembinaan manajemen mitra penghimpunan Baznas, dan terciptanya kemudahan akses informasi data zakat antara kedua institusi.   

Kedepannya, lanjut Hery, BSI berencana memperkuat kerjasama dengan memberi layanan counter untuk Baznas di seluruh daerah, kolaborasi pengadaan fitur smart donation dan promosi lainnya, kerjasama dalam publikasi dan literasi layanan ZISWAF.

Hadir secara virtual Ketua Baznas RI Prof Dr KH Noor Achmad dengan menyampaikan bahwa tingkat literasi zakat di Indonesia masih tergolong menengah-rendah, disebabkan belum optimalnya realisasi ZISWAF selama ini.    

Disisi lain, masyarakat masih banyak yang terbiasa mengumpulkan ZISWAF melalui non-lembaga pengumpul resmi. Jumlah ZISWAF yang dikumpulkan di luar lembaga resmi tersebut diestimasi mencapai Rp61,3 triliun.   

Untuk memperbaiki kondisi tersebut, saat ini Baznas tengah gencar melakukan kampanye Gerakan Cinta Zakat yang telah diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo belum lama ini. Kampanye ini dibuat untuk mendorong pengumpulan ZISWAF, dan memastikan penyalurannya tepat sasaran bagi mereka yang membutuhkan. 

“Untuk Gerakan Cinta Zakat, Baznas yang banyak didukung oleh BSI.  Gerakan ini tujuan lebih ke arah meningkatkan zakat ke masyarakat, dalam konteks kita ingin ada satu penyadaran bahwa ada harta muzakki, ada harta Ilahiyah (ketuhanan). Kita harapkan gerakan ini tolong menolong, saling membantu antar manusia yang didasari adanya harta ketuhanan tersebut,” ucapnya.

Menurutnya, pengumpulan ZISWAF masih jauh dari harapan, dari potensi yang sebenarnya. Realisasi pengumpulan ZISWAF lebih dari Rp12 triliun pada tahun lalu diperoleh dari Baznas RI, Baznas provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia, serta Lembaga Amil Zakat (LAZ) seluruh Indonesia. 

“Kami masih menghadapi problem pengelolaan, ini yang kita tata terlebih dulu yakni melalui penguatan kelembagaan. Persoalan lainnya masih adanya kesan bahwa manakala zakat ini dilaksanakan dengan masif, ada kekhawatiran apakah ini merupakan syariah-isasi negara, sama sekali tidak ada hubungannya,” tegas Noor Achmad.   

Dia meyakini, kerjasama dan sinergi Baznas dan BSI yang semakin erat akan mendorong terwujudnya optimalisasi pengumpulan dan penyaluran ZISWAF.   

“Kami berharap dukungan dari media untuk bisa menyampaikan ke masyarakat bahwa potensi zakat adalah potensi untuk harmoni ekonomi, penyeimbang orang miskin dan kaya. Melalui kerjasama dengan BSI, tentu kita bisa lebih dekat dengan masyarakat hingga ke pelosok daerah,” katanya. (MR/156).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.