Saat Reses, Antonius Tumanggor Minta Didoakan

Saat Reses, Antonius Tumanggor Minta Didoakan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Pelaksanaan Reses Sidang II Tahun Kedua, Tahun Anggaran 2021 Daerah Pemilihan (Dapil) I yang dilaksanakan oleh anggota DPRD Kota Medan dari Partai NasDem Kota Medan di Jalan Karya Mesjid Ujung Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat, Sabtu (20/3/2021) berlangsung serius namun penuh canda yang berasal dari para peserta yang hadir di acara tersebut.

Hal ini seperti yang dikatakan oleh salah seorang warga Jalan Jawa Kelurahan Sei Sikambing C-2 kecamatan Medan Helvetia, bernama Mario Panjaitan. Dikatakan Mario bahwa Jalan Jawa diduga tidak masuk kedalam peta Kota Medan, sebab, tidak pernah ada perbaikan drainase, dan lampu jalan di daerah itu.

Selain kondisi parit yang sempit sangat dangkal, Jalan Jawa selalu dihantui banjir, sementara ada kantor Lurah.

Mario ingin agar pemko Medan melalui Dinas PU Medan memperbaiki drainase di Jalan Jawa dan kepada Dinas Pertamanan agar Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) ditambahi dan dipasang lampu.

Mendegar pengakuan Mario bahwa Jalan Jawa tidak masuk peta kota Medan, membuat Antonius Tumanggor beserta seluruh tamu undangan yang hadir ditempat itupun tertawa. Meskipun begitu, Antonius Tumanggor meminta kepada Dinas Pertamanan Kota Medan agar segera memperbaiki LPJU di sepanjang Jalan Jawa yang memiliki Panjang 1,5 km tersebut.

Selain Jalan Jawa, Jalan Budi Luhur Kelurahan Dwikora juga sudah lama tidak pernah tersentuh pembangunan. seperti drainase yang juga menyebabkan jika turun hujan maka banjir tidak akan terelakkan.

Besri Sitinjak warga Kelurahan Sei Agul Medan pada kesempatan itu juga mengeluhkan masalah pemeliharaan sungai di kota Medan yang tidak jelas. Dijelaskan Besri Sitinjak, saat Kadis PU Medan dijabat Roslila Sitompul, banyak pembangunan MUDP1, 2 dan 3 di kota Medan, dan Kota Medan tidak pernah mengalami kebanjiran.

“Namun saat ini kota Medan bila turun hujan sebentar saja sudah banjir. Ini sebab, tidak jelasnya perawatan yang dilakukan oleh Pemko Medan terhadap pembangunan MUDP tersebut,” ujarnya.

Pada pelaksanaan Reses II DPRD Kota Medan, Antonius D Tumanggor tersebut turut hadir perwakilan dari Dinas Pertamanan Kota Medan, Hendra Sanjaya SE, Anita Aruan ST dari Dinas Kesehatan kota Medan, Budiono SH dari Dinas Sosial Kota Medan, Endi Sinaga, dan Ahmad Fauji dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan, Wawan Setiawan dari Dinas PU Medan, H.L Tobing SH dari pihak Kelurahan Sei Agul, Fernando dari Kecamatan Medan Barat.

Wawan dari Perwakilan Dinas PU Medan mengatakan, keluhan warga tersebut akan dia tindaklanjuti paing lambat satu minggu. “terimakasih bapak dan ibu atas masukannya, saya pastikan akan menjumpai Bapak dan Ibu yang memberikan laporan dan selanjutnya saya akan survei langsung ke lokasi dan paling lambat sebelum Ramadhan semua sudah kita selesaikan,” terang Wawan disambut tepuk tangan tamu undangan.

Pada kesempatan itu, Antonius D Tumanggor juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat baik perwakilan dari Kecamatan Medan Barat, Perwakilan dari Kecamatan Medan Helvetia dan Perwakilan dari Medan karena telah mempercayakan dirinya duduk sebagai perwakilan dari Dapil III di DPRD Kota Medan.

“Saya pastikan, ketika saya masih duduk di DPRD Kota Medan, saya akan serius dan fokus meneruskan aspirasi Bapak dan Ibu sekalian. Itulah kenapa saya ada di sini, karena saya ada untuk anda,” terang wakil rakyat yang saat ini duduk di komisi IV DPRD Kota Medan tersebut.

Antonius juga menambahkan, semua yang menjadi keluhan pada pelaksanaan Reses II tahun 2021 tersebut akan dimasukkan ke dalam e-Pokir untuk Tahun Anggaran 2022. Karena, tambahnya, sejak dirinya menjadi anggota DPRD Kota Medan, sudah banyak aspirasi warga baik di Kecamatan Medan Barat dan Kecamatan Medan Helvetia yang sudah diselesaikan baik mengenai drainase, Jalan, pohon dan lain sebagainya. ” Karena saya sebagai putra daerah, terutama di Kelurahan Karya Sei Agul, sangat mengetahui betul apa kekurangan dan keinginan masyarakat. Untuk itu, saya juga meminta agar di doakan oleh seluruh konstituen saya, agar tetap dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa, dan terus dapat membantu warga dan meneruskan aspirasi sehingga pembangunan dapat berjalan dan dirasakan oleh warga masyarakat khususnya di Dapil I Kota Medan yang meliputi Kecamatan Medan Barat, Helvetia, Petisah dan Medan Baru,”terang Antonius yang disambut aplaus dari seluruh warga dan para OPD terkait yang hadir.

Menambahkan dari Dinas Sosial, Budiono SH pada kesempatan itu juga mengatakan,  bahwa bantuan Covid-19 bagi warga masyarakat yang meninggal sejak 2021 sudah tidak ada lagi. Dan untuk 2020 masih sangat banyak juga yang masih dalam proses pengklaiman bantuan santunan bagi keluarga yang terkena Covid-19. ” Sampai sekarang belum kepastian dan belum ada jawaban pasti atas keluarga pasien yang meninggal karena diakibat Covid-19,”kata Budiono.

Hal ini dikatakannya menjawab pertanyaan salah seorang warga bernama Sukantria Ginting beralamat di Jalan Karya Ujung Gg Padi yang pada saat pelaksanaan reses II tersebut mempertanyakan bantuan Covid-19 tahun 2020 dimana sampai saat ini belum mendapatkan bantuan Covid-19 seperti yang dijanjikan oleh pemerintah. 

Warga pinggir rel butuh fasilitas air bersih dan penerangan lampu jalan

Selain itu, perwakilan masyarakat yang tinggal di pinggiran rel milik PJKA yang ikut di acara Reses II Antonius D Tumanggor meminta tolong agar mereka yang sudah puluhan tahun tinggal di pinggiran rel kereta api untuk disediakan fasilitas air bersih.

Karena selama ini mereka memanfaatkan sumur dari tanah dan menggunakan penyaring air untuk dapat dipergunakan untuk mencuci dan air minum. Selain fasilitas air bersih warga di Kecamatan Medan Petisah ini berharap mereka mendapat fasilitas LPJU agar bisa menikmati malam.

Menjawabnya, Antonius D Tumanggorpun akan mempelajari terlebih dahulu permintaan warga masyarakat Kecamatan Medan Petisah yang tinggal di pinggiran Rel ini. ” Saya akan pelajari dulu dan melihat kelokasi. Karena kalaulah disitu, apakah bisa pemko membangunkan fasilitas air bersih atau membuat penerangan jalan. Memang kalian semua adalah penduduk warga Medan, namun tinggal ditanah milik PJKA, inilah yang akan kita pelajari terlebih dahulu apakah bisa dibantu menggunakan dana Pemko atau tidak,”pungkas Antonius.

Acara reses pun diakhir dengan memberikan secara simbolis bantuan tong sampah kepada rumah ibadah seperti gereja dan musholah yang ada di kelurahan karya Sei Agul. Selanjutnya pemberian bibit pohon kepada kelompok tani dibawah binaan sopo restorasi yang sudah memiliki sertifikat dan berbadan hukum.(mr/wan)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.