Jaksa Menyapa, Kenali Hukum Jauhi Hukuman
METRORAKYAT.COM, TAPTENG (MATAULI PANDAN) – Membangun generasi milenial sebagai generasi sadar hukum untuk cegah dini korupsi, Kejaksaan Negeri (Kajari) Sibolga gelar kegiatan Jaksa Menyapa di SMAN1 Plus Matauli Pandan, Kamis (18/03/22). Kegiatan tersebut di gelar sekira pukqul 10.00 WIB.
Kegiatan memberikan kesadaran hukum bagi generasi muda di hadiri Siswa-siswi perwakilan SMAN 1 Plus Matauli Pandan sebanyak 15 orang dan di hadiri langsung Kepala SMAN 1 Plus Matauli Pandan Murdianto, S.Pd.MM. Sebagai pemberi materi dalam kegitan “Jaksa Menyapa” langsung di Pimpin Kajari Sibolga Henri Nainggolan, SH.MH dan bersama jajaran.
Selanjutnya, Kepala Kejaksaan Negeri Sibolga, Henri Nainggolan menjelaskan, apa itu korupsi? Korupsi itu sifatnya bukan penyakit menular dan korupsi itu bukan penyakit keturunan seperti batuk atau penyakit jantung.
“Jadi para pelajar yang ada di SMA Matauli ini, kalian adalah generasi ke depan. Pencegahan korupsi itu dari diri kita sendiri dulu. Kalau sejak dini kita sudah berbohong, contohnya memakan uang buku dan tidak mematuhi perintah guru dan orang tua itulah Ciri-ciri yang mau korupsi,” tutur Kajari.
Lanjut Kajari Sibolga, apa kesimpulannya dari Hukum itu? Hukum peraturan berbangsa dan bernegara, kenali hukum dan jauhi hukuman. Hukum itu yang mengatur Norma-norma kehidupan manusia setiap harinya. Sehingga perlu ada penghukuman, ada kepastian hukum dan sangsinya, maka rakyat tidak mengulanginya lagi.
“Korupsi itu kebiasaan dari kebohongan kecil, tanamkan kejujuran mulai sejak dini, berbuatlah Hal-hal yang positif saja,” kata Kajari dengan nada mengajak.
Sementara dalam kegiatan ini Murdianto bersama para pengajar di sekolah SMAN 1 Matauli Pandan terus menanamkan Nilai-nilai kejujuran, kepedulian, kedisiplinan dan tanggung jawab.
“Mereka ini sebenarnya membutuhkan contoh bukan sekedar saran. Karena anak yang sukses dari keluarga yang baik,” sebut Murdianto.
Lanjutnya Murdianto, Program dari Kejaksaan Sibolga menurutnya sangat bagus, ini suatu trobosan bagi generasi penerus bangsa. Kehadiran Kajari dalam program ini sangat diapresiasi para pelajar, momen ini menjadi salah satu momen yang sangat berharga. kepercayaan diri para Siswa menjadi yakin kedepan mengambil kuliah Hukum bisa menimbulkan percaya diri dan termotivasi.
Sambungnya lagi, biasa ada kesan bahwa Jaksa itu menakutkan, lewat Jaksa menyapa ini diharapkan semakin lebih akrab dan Anak-anak bisa berdialog. “Walau yang dihadirkan cuma 15 orang sebagai perwakilan tapi kita sudah live streaming kan dan sudah di share ke seluruh siswa,” sebutnya.
Murdianto juga berharap, setelah pembelajaran live streaming ini akan mendapat penguatan sehingga pendidikan anti korupsi ini betul menjadi suatu yang faktual, bukan hanya sekedar cerita,” (MR/RM).
