Garuda Dicat Putih, Penjelasan Camat Dinilai Warga tak Masuk Akal
METRORAKYAT.COM, ASAHAN – Warga yang mengadukan soal burung Garuda dicat putih, Wiga Haryadi, menilai penjelasan Plt Camat Kisaran Timur Rahmad Hidayat Siregar tak masuk akal. Alasannya, dia menyebut perisai di dada burung Garuda tidak dicat putih seperti bagian lainnya.
Patung burung Garuda dicat putih di Asahan, Sumatera Utara, viral di media sosial. Pihak Pemkab Asahan menjelaskan penyebab burung Garuda di Jalan Budi Utomo, Kisaran Timur, itu berwarna putih.
“Itu kan di sana ada renovasi pengecatan biar nggak kelihatan kumuh. Jadi kenapa warnanya putih, itu cat dasarnya,” kata Plt Camat Kisaran Timur Rahmad Hidayat Siregar saat dimintai konfirmasi, Rabu (31/3/2021).

“Itu kita anggap cat final karena lambang perisai Garuda-nya tidak dicat putih, ada merah, hitam, hijau, dan kuning. Saya anggap Garuda dicat putih itu sudah final, waktunya juga sudah sekitar 2 minggu lebih sampai dicat ulang semuanya,” kata Wiga Haryadi.
Rahmad Hidayat mengatakan petugas masih menunggu cat dasar itu kering. Nantinya patung burung Garuda itu akan dicat dengan warna keemasan.
“Berarti kalau cat dasarnya kering betul, ditunggu dalam 2-3 hari baru bisa dicat lagi warna Garuda yang sebenarnya,” katanya.
Hidayat menyayangkan warga yang asal mengunggah foto burung Garuda itu tanpa mencari penjelasan. Dia meminta warga bijak menggunakan media sosial.” Bijaklah menggunakan medsos,” ujarnya.
Putih
Foto yang menunjukkan patung burung Garuda sempat dicat putih di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut), viral di media sosial. Warga pun mengadukan hal itu ke polisi.
Dilihat detikcom, Selasa (30/3/2021), foto viral tersebut menunjukkan patung burung Garuda yang dicat putih pada bagian sayap, kepala, hingga kaki. Pengunggah mempertanyakan apakah hal tersebut merupakan instruksi pemerintah setempat atau hanya perbuatan tak disengaja.
Burung Garuda yang dicat putih itu disebut berada di Jalan Budi Utomo, Kisaran Timur, Asahan. Selain itu, tak ada tulisan Bhinneka Tunggal Ika pada pita yang dicengkeram burung Garuda tersebut. Burung Garuda tersebut diduga sudah dicat putih sejak dua pekan lalu.
Hal tersebut kemudian diadukan salah satu warga, Wiga, ke polisi. Dia menilai hal itu termasuk pelecehan terhadap lambang negara.
“Baru membuat pernyataan laporan dulu, dugaan pelecehan burung Garuda yang dicat putih. Terlapornya belum ada, biar polisi yang menindaklanjuti laporan saya,” ucapnya.
Dia juga menunjukkan bukti pengaduan tertulis yang telah diterima polisi. Dia menilai seharusnya burung Garuda tersebut berwarna keemasan.
“Ada yang dihilangkan dari simbol negara burung Garuda di sini, yang mencolok warnanya berubah dari kuning keemasan menjadi putih,” kata Wiga.(mr/dc)



