Ekspor Indonesia Bulan Februari 2021 Meningkat
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyampaikan, kinerja ekspor Indonesia di bulan Februari 2021 mencapai USD 15,27 miliar, naik 8,56 persen jika dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya (YoY).
“Ini disebabkan, ekspor nonmigas Februari 2021 meningkat sebesar 8,67 persen. Termasuk nilai ekspor nonmigas Februari 2021 lebih tinggi dibandingkan periode yang sama selama 12 tahun terakhir,” terangnya, Jumat (19/3/2021) di Medan.
Akan tetapi, kinerja ekspor Februari 2021 terkoreksi 0,19 persen jika dibandingkan Januari 2021 (MoM). Penurunan tentu disebabkan adanya penurunan ekspor sektor migas sebesar 2,63 persen (MoM) dan penurunan ekspor nonmigas sebesar 0,04 persen (MoM).
“Meskipun kinerja ekspor Februari 2021 terkontraksi, namun terdapat beberapa produk ekspor nonmigas Indonesia yang mengalami peningkatan signifikan karena masih ditunjang kenaikan harga komoditas internasional,” ucapnya.
Produk ekspor yang mengalami peningkatan harga internasional merupakan sebagai komoditas perkebunan seperti minyak kelapa sawit, karet dan produk dari karet, serta komoditas pertambangan seperti timah dan tembaga,” imbuhnya lagi.
Di bulan Februari 2021, negara pasar utama tujuan ekspor nonmigas Indonesia yang masih mengalami peningkatan, antara lain Taiwan naik 85,8 persen (MoM), Belgia (15,9 persen), dan Amerika Serikat/AS (11 persen).
Peningkatan ekspor ke Taiwan diakibatkan peningkatan ekspor produk biji, terak, dan abu logam (HS 26) yang meningkat 4.951,24 persen (MoM); besi dan baja (HS 72) naik 229,63 persen; dan timah dan barang daripadanya (HS 80) naik 137,52 persen.
Sedangkan ekspor ke Belgia didorong peningkatan ekspor lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) yang naik 176,24 persen (MoM); kopi, teh, dan rempah-rempah (HS 09) naik 113,37 persen; serta tembakau dan rokok (HS 24) naik 46,46 persen.
Adapun produk-produk ekspor nonmigas yang mengalami peningkatan ke AS adalah logam mulia, perhiasan/permata (HS 71) yang naik 73,13 persen (MoM); kayu dan produk kayu (HS 44) naik 58,24 persen; serta lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) yang naik 57,55 persen.
“Ekspor nonmigas Indonesia ke kawasan pasar negara berkembang (emerging markets) dan ekonomi berkembang (developing economies) juga mengalami pertumbuhan yang signifikan. Pada Februari 2021, ekspor nonmigas ke kawasan Asia Tengah meningkat sebesar 84,29 persen (MoM), diikuti kawasan Amerika Tengah sebesar 39,05 persen (MoM), dan Asia Barat sebesar 37,04 persen (MoM). Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar
ekspor nonmigas mulai terdiverisifikasi,” tutup Mendag.(MR/156).


