Demi Profit, PDAM Tirtanadi Siap Penuhi Permintaan PT. KIM (Persero)

Demi Profit, PDAM Tirtanadi Siap Penuhi Permintaan PT. KIM (Persero)
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Medan mengaku siap menyuplai kebutuhan air ke PT. Kawasan Industri Medan (KIM) Persero, bila Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut menyampaikan permohonannya lewat surat resmi.

Demikian dinyatakan Humas PDAM Tirtanadi, Umar Khan Ritonga, saat disambangi ke kantor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Sumatera Utara itu, di Jalan SM. Raja Medan, Jumat (19/03).

“Bahwa dalam rapat bersama Komisi C DPRD Sumut beberapa hari lalu, ada permintaan dari PT. KIM (Persero) untuk pasokan air ke kawasan industri itu. Dan kami pada rapat itu menyatakan siap memasoknya bila ada surat permintaan resmi dari BUMN tersebut,” ucapnya.

Umar menyebut bahwa air yang dipasok nantinya bila permintaan tersebut dipenuhi, akan disalurkan dari pompa yang ada di Martubung.

Ketika disinggung soal pasokan air dari Tirtanadi yang didistribusikan ke konsumen masih sering bermasalah sampai saat ini, Umar mengatakan bahwa hal itu sudah menjadi atensi BUMD itu tanpa merinci langkah program penanganan serta anggarannya.

Selain itu, BUMD milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ini kerap meminta penambahan modal. Sementara pelayanan yang diberikan kepada konsumen yang sudah ada, acap tidak prima karena sering mati dan disertai kualitas air yang buruk. Hal ini tentunya akan menimbulkan protes masyarakat konsumen terhadap Tirtanadi.

Menanggapi hal itu, dia mengaku kalau pimpinan manajemen Tirtanadi terus melakukan pembenahan untuk dapat memberikan pelayanan prima kepada konsumen.

“Kalaupun nantinya perusahaan mampu memenuhi permintaan PT. KIM, tentunya didasarkan pada pertimbangan yang matang dari pimpinan dengan memperhatikan pasokan kebutuhan konsumen umum. Kan tidak semuanya harus disubsidi karena perusahaan ini juga butuh profit atau keuntungan,” katanya.

Keuntungan itulah, sambungnya, yang nantinya akan menutupi subsidi kepada konsumen rumahtangga biasa maupun yang bersifat sosial.

Terkait keluhan calon konsumen dalam memohonkan pemasangan sambungan baru Tirtanadi yang mengharuskan konsumen yang menanggung pipa distribusi, dia mengatakan bahwa hal itu sesuai aturan yang ada di Tirtanadi.

“Itu memang aturan di perusahaan. Memang dulu ada pemasangan sambungan baru yang gratis dimana pipa distribusinya ditanggung Tirtanadi. Itu saat program MUDP di Kota Medan dimana biaya pipa distribusi dibiayai Bank Dunia. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi program itu,” tuntasnya. (MR/Sipa Munthe)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.