oleh

Korban Asusila Dibully Tetangga, Keluarga Korban Minta Polrestabes Medan Tindak Tegas Pelakunya

SHARE
103 views

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Korban asusila, berinisial Mawar (17 tahun-red) yang berdomisili di sekitaran Kecamatan Medan Barat, Kota Medan yang dilakukan oleh kekasihnya saat ini mengalami beban mental. Pasalnya, setelah kejadian itu, Mawar mendapatkan cacian dan perkataan-perkataan yang tak baik dari tetangganya baru-baru ini.

Kepada awak media, Kamis (25/02/2021), seorang keluarga, TJ mengatakan, awalnya keluarga Mawar sudah beritikad baik untuk berdamai. Namun, pihak keluarga pelaku, Kadal yang juga berusia 17 tahun mengabaikan permintaan keluarga Mawar untuk menyatukan korban dan pelaku agar segera bertunangan untuk mengikat sebuah hubungan agar Kadal bertanggungjawab atas kejadian yang dilakukannya itu.

“Setelah kami tahu kejadian itu, kami (keluarga Mawar-red) datang ke rumah orangtua pelaku (Kadal-red) yang rumahnya berdekatan. Kami sudah beberapa kali datang ke rumahnya, tapi di usir sama keluarga laki-laki (Kadal) dan keluarganya terlalu sombong. Padahal kami itu pihak keluarga korban (Mawar-red). Saat saya tanyakan ke omnya, dia bilang hal seperti itu sudah biasa. Mendengar ucapan seperti itu, tentu saja kami nggak terima lah. Bukannya dia minta maaf, tapi bicara begitu,” cetus TJ di kota Medan, Kamis (25/02/2021).

TJ mengungkapkan, karena kita malu itu menjadi aib, jadi kami pihak keluarga korban mencoba datang kembali meminta pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kami sempat minta korban dan pelaku untuk bertunangan, 1 gram saja pun jadi, tapi keluarga Kadal banyak alasan. Kami datangi lagi dalam keadaan hujan deras dan kami dibiarkan hujan-hujanan diluar dan diusir dari rumahnya. Untuk kesekian kalinya itikad baik kita diabaikan,” jelasnya.

Tambah TJ, selaku kakak ipar korban mengaku, saat ini kondisi bunga dapat dibilang sangat memprihatinkan. Sebab, selain menanggung beban mental akibat perbuatan Kadal, Mawar juga sempat berusaha melukainya dirinya sendiri.

“Jadi, kondisi adik saya ini seperti mengalami depresi. Kalau diajak bicara, perkataannya suka tidak nyambung. Dia juga sering melamun dan tiba-tiba nangis. Dia juga sempat melukai kepalanya pakai tabung gas yang dipukulkan ke kepalanya sendiri hingga kepalanya bocor,” ukapnya kepada Metrorakyat.com.

Lebih lanjut, karena merasa dipermainkan, akhirnya orangtua korban, RN melaporkan perbuatan Kadal (pelaku-red) ke Polrestabes Medan dengan Tanda Bukti Lapor Nomor : STTLP/3118/XII/Yang 2.5/2020/SPKT Polrestabes Medan dan dilaporkan pada hari Kamis, 17 Desember 2020 lalu sekitar 09.19 WIB. (MR/Tim)

Breaking News