Anggota DPRD Samosir, Batahan Siringoringo, Pahami Potensi Wilayah Kerja

Anggota DPRD Samosir, Batahan Siringoringo, Pahami Potensi Wilayah Kerja
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – Menjadi terang bagi masyarakat sebagai wakil untuk menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah. Anggota DPRD Samosir, Batahan Siringo-ringo, sangat memahami betul potensi yang ada di wilayah kerjanya.

Kabupaten Samosir merupakan wilayah hasil pemekaran dari Kabupaten Toba Samosir, sesuai dengan UU RI Nomor 36 Tahun 2003. Terbentuknya Samosir sebagai kabupaten baru ini menjadi langkah awal untuk memulai percepatan pembangunan menuju masyarakat sejahtera, sebut Batahan Siringo-ringo, Selasa (2/2/2021). Samosir yang berpenduduk 126.188 jiwa, tahun 2019, memiliki banyak potensi, khususnya di sektor pertanian dan pariwisata.

“Namun, saat pandemi Covid-19 menghantam dunia, termasuk Samosir turut menerima imbas dari pandemi.

Anggota DPRD ini terbilang cukup memperhatikan kondisi di wilayah kerjanya sepanjang pandemi Covid-19.

“Sebagai DPRD kami mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) agar dapat melakukan bantuan sosial tepat guna serta mengawasinya. Juga selalu menghimbau masyarakat tetap waspada serta tertib melaksanakan protokol kesehatan 3M,” ajaknya.

Dia menambahkan, sektor yang sangat merasakan dampak dari pandemi adalah sektor pariwisata, dimana penghasilan mereka jatuh sampai titik nol.
Selama pandemi, Batahan mengakui, kondisi pariwisata di Samosir sangat buruk, karena semua obyek wisata ditutup dan secara otomatis tidak ada wisatawan yang datang. akan tetapi melihat kondisi terbaru saat ini, perlahan obyek wisata kembali dibuka.

“Dalam masa new normal, DPRD mendorong dinas terkait agar dapat memulai aktivitas wisata dengan menerapkan prokes. Juga membuka segala pintu masuk ke Samosir, baik melalui darat maupun melalui Danau Toba (kapal ferry), yaitu Sipinggan, Tomok, Simanindo, Onan Runggu dan Ambarita dengan menerapkan prokes,” ungkapnya.

Sebagai upaya untuk mengatasi pandemi di Samosir lantas dijalankan dengan cara koordinasi antara DPRD dan Pemkab, terutama dalam hal bantuan sosial.

“Kami selalu berkoordinasi dengan Pemkab Samosir tentang distribusi bantuan sosial oleh pemerintah. Tak lupa, kami juga mengawasinya dan juga menghimbau untuk selalu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” papar anggota Komisi III DPRD Samosir ini.

Selain itu, Batahan melihat bahwa warga Samosir haus di lingkungan mata air, atau dengan kata lain ingin berperan aktif membangun perekonomian Samosir.

“Saya melihat sangat banyak hal potensial yang dapat dikembangkan dan belum maksimal dilaksanakan khususnya di sektor pertanian, wisata dan sektor Sumber Daya Manusia (SDM),” imbuhnya.

Sikap dari masyarakat itulah yang membuat Batahan kagum. Tak heran bila dia sangat mengenal masyarakat yang punya karakter gigih, jujur, serta pintar dan selalu menjunjung tinggi kearifan lokal yaitu “Dalihan Na Tolu”, yang berarti mengatur hubungan sosial bermasyarakat dalam kesetaraan mengakibatkan rasa kebersamaan sangat tinggi sehingga nilai gotong royong tumbuh dengan baik.

Banyak terjun langsung dan mendengar aspirasi yang akhirnya membawa segudang pengalaman. Terlebih lagi pria yang pernah menjabat sebagai General Manager di sebuah lembaga sertifikasi, inspeksi dan testing ini, adalah warga asli Samosir yang secara otomatis dekat dengan masyarakat.
“Pengalaman yang sangat menarik bagi saya dari masyarakat adalah sifat kritisnya sangat besar, sehingga dalam rangka meyakinkan mereka untuk pembangunan yang sangat memerlukan waktu serta energi yang banyak,” tuturnya.

Meski demikian, Batahan memiliki sebuah harapan besar untuk Samosir. (MR/156)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.